Menkop: Masih Ada Bank Minta Agunan KUR

Bandung - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sjarifudin Hasan mengaku prihatin karena sejumlah pelaku UMKM melapor masih diminta jaminan untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh sejumlah bank penyalur kredit program pemerintah itu. "Keluhan mengakses KUR masih terdengar dan masuk, kami prihatin bahwa ada UMKM yang ditanya jaminan atau agunan untuk mendapatkan KUR," kata Menteri KUKM Sjarifudin Hasan di sela-sela pembukaan Cooperative Fair dan Halal Fair 2011 di Lapangan Gasibu Kota Bandung, Rabu.

Menurut Menkop, pihaknya terus berupaya meyakinkan perbankan terkait kondisi dan kemampuan UMKM di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk mengembalikan kreditnya.

Pembiayaan sangat diperlukan oleh sebagian besar UMKM untuk memperluas dan meningkatkan volume usahanya. "Kami berharap ada ke depan KUR semakin mudah diakses oleh pelaku UMKM, jangan ragukan kemampuan UMKM untuk mengembalikan kewajibannya," katanya.

Sjarifudin menegaskan bahwa aktivitas dan lahan usaha mereka merupakan `jaminan` bagi pembiayaan yang mereka terima. Ke depan ia berharap tidak ada lagi perbedaan persepsi antara misi KUR dengan implementasinya di lapangan. "KUR jelas merupakan salah satu yang bisa mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah," kata Sjarifudin Hasan.

Di lain pihak, Kementerian KUKM mendorong program pemberdayaan UKM serta koperasi untuk meningkatkan kontribusinya ke Produk Domestik Bruto (PDB) yang saat ini 56,06 persen.

Kementerian mendorong pelaku UKM untuk menghasilkan produk yang inovatif dan diminati pasar sehingga bisa memiliki daya saing di pasar dalam maupun luar negeri. Selain itu mendorong jiwa kewirausahaan dengan bersinergi dengan stakeholder lainnya seperti Kadin.

Sementara itu dalam pengembangan koperasi, Kementrian KUKM menjadi motor terdepan dalam program revitalisasi koperasi yang dicanangkan pemerintah. Mulai 2012 revitalisasi koperasi akan digulirkan untuk memperkuat peran dan fungsi koperasi melalui perubahan signifikan cara pandang koperasi. "Selain bertujuan mensejahterakan anggotanya, juga bagaimana memunculkan koperasi untuk bisa bergulir berskala nasional bahkan memiliki skala usaha internasional. Revitalisasi koperasi dilakukan di semua sektor," kata Sjarifudin.

Melalui program revitalisasi koperasi, kata dia, diharapkan muncul koperasi dengan omzet usaha besar dan bersaing dengan badan usaha lainnya. "Ke depan diharapkan koperasi tidak setara dengan usaha kecil menengah, melainkan menjadikan koperasi menjadi badan usaha kakap," katanya.

Pada kesempatan itu, pihaknya kan mendorong setiap provinsi minimal memiliki tiga koperasi kelas kakap yang memiliki lahan dan bisnis inti besar. "Dengan setiap provinsi tiga koperasi besar, artinya di Indonesia bisa muncul 99 koperasi kelas kakap. Saya yakin kontribusi koperasi dan UKM ke depan akan terus meningkat," kata Menkop.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jabar Wawan Hermawan menyebutkan, Cooperative Fair dan Halal Fair 2011 itu merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai upaya mendorong produk UKM dan Koperasi Jawa Barat dan juga provinsi lain untuk lebih berkembang.

Acara itu sebagai ajang mempertemukan UKM dan Koperasi sebagai produsen dengan pembeli baik dari dalam maupun luar negeri. "Tahun ini ditargetkan Cooperative dan Halal Fair ini bisa mencatata omzet Rp2,5 miliar, meningkat dari Rp1,9 miliar pada 2010," kata Wawan Hermawan.

BERITA TERKAIT

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…

DPRD Minta Pemkab Bogor Lakukan Penataan Wisata

DPRD Minta Pemkab Bogor Lakukan Penataan Wisata NERACA Cibinong, Bogor - DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Bursa Minta Tidak Libur Saat Pilkada

Memasuki tahun politik, dimana bakal dilakukannya pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak pada tanggal 27 Juni yang akan datang, pihak…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…