Ekspansi Bisnis, Adi Sarana Bikin Perusahaan Baru - Fokus Bisnis Balai Lelang

NERACA

Jakarta- Untuk mendukung pengembangan usahanya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membentuk anak perusahaan baru, PT Adi Sarana Lelang. Anak perusahaan tersebut akan menjalankan bisnisnya di bidang balai lelang. “Pendirian anak perusahaan ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan.” kata Sekretaris Perusahaan PT Adi Sarana Armada Tbk, Hindra Tanujaya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (23/12).

Pembentukan anak perusahaan ini, menurut dia, dilakukan pada 18 November 2013. Diketahui, dalam pengembangan bisnisnya di tahun ini, emiten transportasi ini berencana menambah armadanya. Saat ini, perseroan telah memiliki lebih dari 10 ribu unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, utilisasinya mencapai 90% lebih. “Pada semester kedua tahun ini, kita berencana tambah 1.500 armada,” kata Direktur ASSA Maickel Tilon.

Dari total armada tersebut, penyewaan untuk pengangkutan logistik sekira 600 unit, kemudian sepeda motor sekitar 200 unit dan sisanya adalah mobil operasional seperti avansa dan kijang. Menurut dia, bisnis perseroan bermain di pasar long term dan ada yang satu bulan, tetapi lebih banyak di kisaran tiga tahun hingga tujuh tahun.

Dengan konsentrasi bisnis long term, ke depan, sambung dia, bisnis perseroan secara vertikal, khususnya untuk penyewaan mobil diperkirakan tetap tumbuh sebagaimana tercapai dalam 3 tahun terakhir, “Sewa mobil, dalam 5 tahun ke depan, kita masih optimis tumbuh, karena dalam 3 tahun tumbuh di atas 30%. Bahkan di tahun depan kita mencoba masuk masuk transportasi logistik," tandasnya.

Sementara itu, sepanjang kuartal ketiga tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersih Rp60,05 miliar, naik 78,54% dari perolehan laba bersih periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp12,89 miliar. Hal tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan perseroan yang meningkat 24,08% menjadi Rp752,34 miliar dari sebelumnya Rp571,14 miliar di kuartal ketiga 2012.

Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp502,68 miliar di kuartal ketiga 2013 dari Rp381,83 miliar di kuartal ketiga 2012, sehingga laba bruto naik menjadi Rp249,66 miliar dari Rp189,83 miliar di kuartal ketiga 2012. Adanya pendapatan keuangan sebesar Rp3,09 miliar membuat laba sebelum pajak tercatat melonjak menjadi Rp80,95 miliar dari sebelumnya Rp20,25 miliar di kuartal ketiga 2012.

Adapun liabilitas perseroan hingga periode ini turun menjadi Rp1,35 triliun dari sebelumnya Rp1,38 triliun di Desember 2012. Sedangkan ekuitas naik menjadi Rp793,00 miliar dari Rp732,95 miliar di Desember 2012. Total aset yang dicatatkan meningkat menjadi Rp2,14 triliun dibandingkan dengan total aset perseroan di akhir Desember 2012 yang mencapai Rp2,11 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Kementan Diminta Fokus Tingkatkan Cadangan Pangan

      NERACA   Jakarta - Ombudsman mengimbau kepada Kementerian Pertanian untuk dapat memberikan sosialisasi kebijakan peningkatan cadangan pangan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

UOB Kay Hian Holding Beli 5% Saham YELO - Miliki Prospek Bisnis Bagus

NERACA Jakarta –Keyakinan memiliki prospek pasar bisnis yang cukup menjanjikan, perdagangan saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) banyak aktif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

Laba Bersih Tower Bersama Turun 4,10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak laba bersih yang didistrisbusikan kepada entitas induk di kuartal III 2018 sebesar Rp…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…