Anak Usaha Tanah Laut Tunda Bayar Utang

Anak usaha PT Tanah Laut Tbk (INDX), yaitu PT Pelayaran Indx Lines (PIL) melakukan penundaan pembayaran utangnya kepada Equatorex Sdn Bhd (ETX). Kedua perusahaan tersebut menyepakati untuk mengubah jangka waktu pembayaran yang sebelumnya akan dilakukan pada 11 Januari 2014, menjadi bulan Juni 2014.

Sekretaris Perusahaan PT Tanah Laut Tbk, Agung P. Prihatin mengatakan, pengubahan jangka waktu tersebut dikarenakan adanya keterlambatan pembayaran sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan jasa bongkar muat batu bara Tarahan. “PIL masih membutuhkan modal kerja untuk operasional dan pelaksanaan pekerjaan Jasa Bongkar Muat Batubara Tarahan.” katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (23/12).

Menurut dia, perubahan tersebut seiring penandatanganan adendum atas pengakuan utang yang dilakukan PT Pelayaran Indx Lines dan Equatorex Sdn Bhd pada 19 Desember 2013. Perjanjian pengakuan utang tersebut yaitu atas pinjaman modal kerja yang telah ditandatangani PT Pelayaran Indx Lines selaku anak usaha perseroan dan Equatorex Sdn Bhd (ETX) pada 8 Februari 2013.

Namun, dari total pinjaman Pelayaran Indx Line kepada Equatorex sebesar Rp25,5 miliar, sampai dengan tanggal penandatanganan adendum, Pelayaran Indx Line telah membayar sebesar Rp15,5 miliar, “Sehingga sisa pinjaman PIL kepada ETX sebesar Rp10 miliar.” imbuhnya.

Sebelumnya, anak usaha emiten jasa transportasi laut ini telah melakukan transaksi penjualan kapal tongkang Niagara 1803 kepada PT Dwiphasta Jasa Perak. Diinformasikan, transaksi tersebut berlangsung pada 15 Januari 2013.

Minimnya peminat kapal tongkang kecil (180 kaki) dinilai secara ekonomis tidak menguntungkan bagi perusahaan. “Latar belakang penjualan kapal tersebut adalah karena pasar penyewaan tongkang kurang diminati," ujar Agung.

Selain itu alasan penjualan ini juga disebabkan oleh dipakainya kapal penarik Niagara 1803, Tug Boat SDS 24, di Pelabuhan Tarahan, Lampung. Kapal tersebut akan dipakai untuk membantu proses kegiatan bongkar muat Transhipper Barge Parameswara milik Pelayaran INDX Lines. Dengan kapal tersebut perseroan juga melayani jasa bongkar muat batu bara milik PT Bukit Asam Tbk. Karena alasan itulah perseroan disebut sebut menjual kapal Niagara 1803. Adapun nilai penjualan tersebut, yaitu sebesar Rp 2,3 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

Kadin Berharap Pemerintah Susun Regulasi Lebih Pro Dunia Usaha - Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia…

LPDB Ajak KUMKM Babel Kembangkan Usaha

LPDB Ajak KUMKM Babel Kembangkan Usaha NERACA Pangkal Pinang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah…

Kepala Bappenas Prihatin Kondisi Nelayan Miskin - INDONESIA SEBAGAI NEGARA MARITIM DAN MEMILIKI TANAH SUBUR

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi nelayan di Indonesia. Dia melihat petani dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…