Dipertanyakan, Bea Keluar Ekspor Mineral

NERACA

Jakarta- Pemerintah diminta memberikan kepastian soal Bea Keluar (BK) pasca 12 Januari 2014, yaitu pemberlakuan UU 4/2009 tentang Mineral dan batubara (Minerba). "Dalam sosialisasi Permen ESDM Nomor 20 Tahun 2013, katanya mineral yang memenuhi Permen 20, bebas BK. Tapi nyatanya sampai sekarang masih ada BK, jadi mana yang benar," ujar Gunawan Tjandra, Direktur PT Daya Lestari Sejahtera (DLS) di Jakarta, Senin (23/12).

Ditemui di sela-sela rembuk nasional pengusaha pekerja tambang mineral Indonesia, Gunawan mengatakan, swasta memerlukan kepastian berusaha, termasuk soal masih ada tidaknya BK. "Penyusunan rencana bisnis tahun depan, kan memerlukan informasi kewajiban pembayaran soal BK dan segala macam. Tanpa informasi lengkap, maka rencana bisnis juga menjadi tidak lengkap," katanya.

Seperti diketahui, Permen ESDM 20/2013, telah menetapkan spesifikasi mineral yang bisa bebas diekspor. Ditjen Minerba pernah menyampaikan, yang sudah memenuhi Permen 20, akan bebas BK. Namun, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 28 tahun 2013 (8 September 2013) yang dikeluarkan setelah penerbitan Permen ESDM 20 (1 Agustus 2013), masih mengatur BK 20% untuk zirconium dan mineral lainnya.

BK 20% dihitung terhadap harga penetapan ekspor (HPE), yang setiap bulan dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan. "Sampai sekarang PMK 128 belum direvisi, jadi belum ada landasan hukum baru," katanya.

Pada bagian lain, Gunawan mengatakan, pemerintah hendaknya mewajibkan pengolahan zirconium, supaya jangan diekspor sebagai bahan baku yang belum diolah. Industri dalam negeri sudah mengolah bijih zirkon menjadi ovasitas, yang bisa langsung dikomsumsi pabrik idustri keramik. Jadi kalau mau konsisten nilai tambah di Indonesia, maka seharusnya zirconium harus diolah di dalam negeri.

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Sumbang 74 Persen, Ekspor Produk Manufaktur Tercatat Tertinggi

NERACA Jakarta – Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik…

Ekspor Toyota Indonesia Masih Tumbuh Dua Persen

Di tengah ketegangan perdagangan global yang dipicu konflik dagang Amerika Serikat dan Cina, Toyota Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan ekspor…

Udang Jadi Primadona Komoditas Ekspor dari Indonesia

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (Susi Pudjiastuti) di awal menjabat, menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, telah…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Murah Efektif Jaga Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok

NERACA Jakarta – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Aceh Sabaruddin Amrullah menyatakan pasar murah yang digelar di seluruh kabupaten/kota di…

Kebutuhan Pokok - Kemendag Catat Pemintaan Sembako Naik Hingga 20% Saat Ramadhan

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut permintaan bahan pokok atau sembako meningkat sekitar 10 persen hingga 20 persen saat…

RI Mendorong Penguatan Sistem Perdagangan WTO

NERACA Jakarta – Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan melalui Pertemuan Menteri Perdagangan Asia-Pacific Economic…