Libur Panjang, IHSG Kembali Tertekan Aksi Jual

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tipis 5,948 poin (0,14%) ke level 4.189,608. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,155 poin (0,17%) ke level 697,065. Aksi ambil untung investor menjadi pemicu melemahnya indeks BEI. Terlebih saat ini sudah banyak investor meliburkan diri menjelang libur Natal dan hasilnya, perdagangan Senin awal pekan berjalan sepi.

Menurut analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, sambut libur Natal dan tahun baru menjadi alasan sepinya transaksi di pasar modal, “Minimnya transaksi di pasar saham menjelang libur panjang Hari Raya Natal dan Akhir Tahun memicu indeks BEI bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah," kata dia di Jakarta, Senin (23/12).

Menurut dia, dalam kondisi pasar saham yang cenderung minim transaksi seperti saat ini, saham-saham yang masuk dalam kategori lapis kedua dapat dijadikan alternatif untuk bertransaksi,"Saham-saham lapis dua biasanya aktif," kata dia.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk Selasa, diantaranya, Matahari Putra Prima (MPPA), Bank Jabar dan Banten (BJBR), Tiga Pilar (AISA), dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA). Sementara untuk perdagangan, diproyeksikan masih akan bergerak terkoreksi karena aksi jual investor jelang libur panjang.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan jadi sasaran aksi ambil untung. Mayoritas indeks sektoral di lantai bursa pun melemah, hanya empat yang bisa menguat, yaitu aneka industri, finansial, perdagangan, dan manufaktur.

Aksi ambil untung banyak dilakukan investor domestik. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 52,55 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 104.548 kali pada volume 4,889 miliar lembar saham senilai Rp 3,597 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 176 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan momentum sejak awal perdagangan sehingga berhasil kompak menguat hingga penutupan perdagangan. Bursa Efek Indonesia masih ketinggalan di zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 61.050, Bank BCA (BBCA) naik Rp 250 ke Rp 9.500, Surya Citra (SCMA) naik Rp 225 ke Rp 2.700, dan BFI Finance (BFIN) naik Rp 175 ke Rp 2.275.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 28.600, Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 25.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 41.550, dan Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 25.600.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI juga ditutup melemah 35,866 poin (0,85%) ke level 4.159,690. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,182 poin (1,03%) ke level 691,038. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi ambil untung. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun kompak melemah di zona merah.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 56.769 kali pada volume 1,554 miliar lembar saham senilai Rp 1,582 triliun. Sebanyak 61 saham naik, sisanya 159 saham turun, dan 77 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia kompak menguat hingga sesi pertama setelah didorong sentimen positif menguatnya Wall Street akhir pekan lalu. Hanya Bursa Efek Indonesia yang terjebak di teritori negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 61.050, Astra Agro (AALI) naik Rp 150 ke Rp 24.250, Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 100 ke Rp 4.000, dan BTPN (BTPN) naik Rp 100 ke Rp 4.250. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 28.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 40.700, Matahari (LPPF) turun Rp 450 ke Rp 10.850, dan Unilever (UNVR) turun Rp 350 ke Rp 25.650.

Sebaliknya, diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 6,15 poin atau 0,15% menjadi 4.201,71, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,58 poin (0,23%) ke level 700,15. Kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro, optimisme perbaikan ekonomi AS menyusul data produk domestik bruto (PDB) kuartal tiga 2013 yang di atas ekspektasi mendorong bursa Asia, termasuk IHSG BEI menguat,”Bursa Asia dibuka 'mixed' dengan kecenderungan menguat memfaktorkan data PDB AS," katanya.

Dia menambahkan lembaga dana moneter internasional (IMF) yang menyatakan untuk menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menambah optimisme pelaku pasar. Meski demikian, minimnya sentimen positif baru di dalam negeri serta memasuki masa libur panjang Natal dan akhir tahun dapat membuat pasar akan cenderung sepi sehingga penguatan indeks BEI bisa terbatas.

Sementara itu Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengatakan bahwa memasuki libur Natal dan Tahun Baru, serta tren rupiah yang masih negatif dapat membuat transaksi perdagangan diproyeksikan menurun dan cenderung terbatas.

Melihat kondisi itu, Tim Analis Mandiri Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak berfluktuasi di kisaran 4.174-4.225 poin. Dikemukakan bahwa beberapa saham yang dapat diperhatikan pada awal pekan diantaranya, XL Axiata (EXCL), Bank Negara Indonesia (BBNI), Gudang Garam (GGRM), Kalbe Farma (KLBF), United Tractor (UNTR). Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 150,12 poin (0,66%) ke level 22.962,30, indeks Nikkei-225 naik 11,20 poin (0,07%) ke level 15.870,42 dan Straits Times menguat 8,98 poin (0,29%) ke posisi 3.103,49. (bani)

Related posts