Erajaya Raih Pinjaman Dana Rp 2 Triliun - Danai Belanja Modal dan Anak Usaha

NERACA

Jakarta – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan entitas anak mendapatkan fasilitas kredit tambahan dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp2 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sekretaris perrusahaan PT Erajaya Swasembada Tbk Djatmiko Wardoyo mengatakan, fasilitas kredit dari BCA tersebut diberikan secara joint borrowing.“Artinya, perseroan dan masing-masing entitas anak usaha dapat melakukan penarikan atas fasilitas pinjaman tersebut”, katanya.

Nilai pinjaman yang cukup banyak tersebut kemungkinan akan menambah beban perseroan. Pasalnya perseroan mengalami penurunan penjualan bersih per September 2013 sebesar 0,90% menjadi Rp9,56 triliun dibanding dengan penjualan bersih periode sama tahun lalu sebesar Rp9,65 triliun.

Sementara liabilitas perseroan per September 2013 naik menjadi Rp2,46 triliun dari sebelumnya Rp1,31 triliun di Desember 2012, dimana untuk ekuitas naik menjadi Rp2,64 triliun per September 2013 dari sebelumnya Rp2,58 triliun di Desember 2012. Berdasarkan liabilitas per September 2013 sebesar Rp2,46 triliun dan penambahan fasilitas pinjaman baru dari BCA, maka perseroan memiliki beban hutang mencapai Rp4,46 triliun.

Sedangkan beban pokok penjualan mengalami penurunan menjadi Rp8,67 triliun per September 2013 dari Rp8,79 triliun per September 2012. Namun adanya peningkatan pada beban usaha sebesar 17,07% membuat laba usaha turun menjadi Rp388,30 miliar per September 2013 dari Rp465,95 miliar, dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp237,83 miliar dari sebelumnya Rp329,17 miliar per September 2012.

Total aset perusahaan distributor telepon selular ini hingga September 2013 tercatat mencapai Rp5,10 triliun atau meningkat bila dibandingkan dengan sebelumnya Rp3,89 triliun di akhir Desember 2012. Sebelumnya, dia mengatakan bahwa kenaikan aset tidak lancar ini disebabkan oleh penambahan persediaan barang dagangan, kapitalisasi renovasi gerai Erafone, serta hasil pembelian merek ritel iBox oleh DCM pada Agustus 2012.

Perseroan sendiri berencana memperluas jaringan distribusi barang dengan membangun 5 gudang penyimpanan (warehouse) di beberapa Wilayah. Hal ini dilakukan pihak manajemen untuk memperlancar arus distribusi barang dan mendongkrak angka penjualan.“Gudang penyimpanan barang tersebut akan dibangun di wilayah Medan, Palembang, Semarang atau Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Untuk membangun satu buah gudang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 10-20 miliar”, ungkapnya.

Dana pembangunan gudang tersebut disebutkan akan berasal dari kas internal. Perseroan berharap dalam 2 tahun mendatang, kelima gudang dapat selesai dan dioperasikan. Dia mengatakan, penambahan gudang ini untuk mengantisipasi kemacetan pendistribusian barang-barang ke beberapa wilayah tersebut. (nurul)

Related posts