PHRI Minta Batasi Izin Pembangunan Hotel - Makassar, Sulawesi Selatan

NERACA

Makassar -Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebaiknya membatasi keluarnya perizinan pembangunan hotel di Makassar."Sebaiknya pemerintah daerah menghentikan laju pembangunan hotel karena terus menujukkan perkembangan signifikan di Makassar, karena itu bisa mengurangi okupansi hunian," kata Ketua PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, di Makassar, akhir pekan lalu.

Menurut dia, pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap sejumlah pelaku investasi yang bergerak di bidang perhotelan di sejumlah kawasan Tanjung Bunga dan lainnya terus dilakukan Pemkot Makassar, sehingga dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk bagi pelaku perhotelan yang telah berinvestasi sebelumnya.Selain itu dirinya akan melayankan rekomendasi agar pemerintah daerah memperketat izin pembangunan hotel di Kota Makassar. Bahkan dirinya meminta pemerintah menyetop izin pembangunan hotel di Makassar.

"Industri perhotelan mulai menunjukkan kejenuhan. Pengusaha sulit mengejar ROI atau Return Of Investment akibat pesatnya pertumbuhan hotel," ucapnya.Sementara langkah pembatasan izin mendirikan hotel itu terus dikeluarkan, kalau tidak diatasi maka akan terjadi penurunan tingkat hunian kamar dan terjadi perang harga.

"Pertumbuhan pembangunan hotel di Makassar mencapai 65% sedangkan okupansi atau keterisian turun hingga lima persen. Jika ini tidak segera diretas akan mengakibatkan degradasi sektor industri pariwisata di Makassar khususnya perhotelan," katanya.Dia mengatakan dirinya tidak ingin kondisi perhotelan di Makassar sama seperti Manado, puluhan hotel dibangun namun tidak ada tamu yang menginap dan sudah terjadi perang harga.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar terpilih Mohammad Ramdhan Pomanto dalam diskusi publik Makassar Bisnis Forum bertajuk "2014 : Hotel Tambah atau Tahan" mengatakan diperlukan regulasi untuk mengatur persoalan tersebut.Danny Pomanto mengaku telah menyiapkan skema khusus untuk mendorong tingkat keterisian hotel yang selama ini menjadi kekhawatiran pelaku usaha perhotelan.

"Forum ini sudah cukup representatif bagi kita untuk menyusun 'grand design' dapat mendatangkan orang ke Makassar. Pengembangan wisata Meetings, Incentives, Conferences and Exhibition atau MICE di Makassar belum di-desain secara baik. Makassar butuh desain MICE yang bisa menghidupkan industri pariwisata," paparnya.

Desain promosi pariwisata bisa mendatangkan orang ke Makassar melalui kegiatan-kegaitan yang menarik seperti Festival Dragon Boat, dan kegiatan internasional lainnya. Tidak hanya itu tahun 2014 masuk tahun politik dimana para politikus akan memanfaatkan jasa perhotelan Direktur Eksekutif Makassar Tourism Board Nico B Pasaka mengemukakan, industri pariwisata membutuhkan promosi pariwisata yang efektif untuk menggairahkan tingkat kunjungan wisatawan datang ke Makassar.

"Banyak hal yang bisa dilakukan sebagai 'trigger', menarik minat orang datang ke kota ini. Aktifitas sederhana seperti gerakan korespondensi anak sekolah mengenai Makassar bisa menjadi alat promosi yang efektif," katanya.Sesuai data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar, diperkirakan masih banyak hotel kelas bintang dua maupun tiga yang masih belum mendaftarkan izin usahanya sejak tahun 2012-2013. Jumlah kamar hotel tahun 2011 hanya berkisar 5.500 unit. [ant]

Related posts