Tower Bersama Lepas Saham Saratoga

NERACA

Jakarta- PT Provident Capital Indonesia (PCI) menambah jumlah kepemilikan sahamnya di PT Tower Bersama Infrastrukture Tbk (TBIG). Penambahan jumlah saham dilakukan melalui pembelian saham PT Saratoga Infrastruktur sebanyak 241.259.131 lembar saham. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, pekan kemarin.

Disebutkan, pembelian saham dilakukan pada 16 Desember 2013 senilai Rp1,45 triliun dengan harga pembelian Rp6.000 per lembar saham. Setelah dilakukannya transaksi tersebut, kepemilikan saham PCI meningkat jadi sebanyak 1,18 miliar lembar saham atau sebesar 24,58% dari jumlah disetor dan ditempatkan.

Transaksi ini dilakukan untuk menjadi sinergi antara para pemegang saham utama dan untuk lebih meningkat efektifitas pengambilan keputusan. Tidak terkecuali untuk meningkatkan kesinambungan dan komitmen di antara pemegang saham utama sehingga mendorong perseroan menjadi lebih baik.

Seperti diketahui, PT Tower Bersama Infrastrukture memiliki 16.017 penyewaan dan 9.830 site telekomunikasi per 30 September 2013. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 8.446 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 344 jaringan DAS. Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 14.633, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,73.

Sepanjang sembilan pertama tahun ini, manajemen perseroan mengaku telah menyelesaikan 1.391 site dan 2.309 penyewaan secara organik. Rencananya, perseroan akan menambah jumlah tower dari dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I TBIG Tahap I Tahun 2013 senilai Rp500 miliar. Diperkirakan, untuk pembangunan tower baru, masing masing dibutuhkan dana sebesar Rp1 miliar-Rp1,1 miliar. Itu artinya, dari 50% dana penawaran obligasi sebesar Rp500 miliar-Rp1 triliun diperkirakan akan ada penambahan sekitar 250-500 tower guna meningkatkan kapasitas.

“Lokasinya di pulau Jawa dan di luar pulau Jawa. Untuk perusahaan tower, beberapa daerah antara lain Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Jadi menurut kita itu juga cukup menantang.” kata Direktur TBIG, Helmy Yusman Santoso.

Sementara itu, hingga September 2013, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,95 triliun atau naik 72% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara, EBITDA perseroan mencapai Rp1,6 triliun atau meningkat 74% jika dibandingkan dengan periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2012.

Total pinjaman atau liabilitas perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US$ yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, sebesar Rp11,62 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp8,3 triliun. Dengan saldo kas yang mencapai Rp1,67 triliun, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp9,94 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp6,63 triliun. (lia)

Related posts