Agis Masih Lengkapi Lisensi Pertambangan Emas - Targetkan Eksplorasi Kuartal Kedua 2014

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Agis Tbk (TMPI) mengaku tengah melengkapi lisensi dan perjanjian untuk pertambangan emas yang akan dilakukan anak usahanya, PT Agis Resorces. Ditargetkan, izin eksplorasi tambang emas di Pasaman, Sumatera Barat sudah dapat dilakukan pada awal tahun depan. "Kami targetkan di kuartal pertama tahun depan izin pengeboran sudah kami dapatkan, sehingga Trial Production (Bulk Sampling) pada area cadangan Alluvial bisa langsung dilakukan," kata Presiden Direktur PT Agis Tbk, Steven Kusuma di Jakarta, pekan kemarin.

Menurut dia, pertambangan emas yang akan dilakukan anak usahanya di daerah tersebut memiliki luas lahan 7.000 hektare (ha). Pihaknya berharap dapat mulai menggarap eksplorasi premier gold atau emas primer pada kuartal kedua tahun depan. "Setelah kami mendapatkan izin nanti, dua atau tiga bulan kedepan berharap bisa memulai proses drilling pada area tambang tersebut.” ucapnya.

Untuk tahap awal, sambung dia, produksi lapis Alluvial masih bersifat trial dengan perkiraan 20-40 ribu meter kubik per bulan. Selain melakukan kegiatan tersebut, perseroan juga sedang melaksanakan sosialisasi di wilayah pertambangan emas tersebut. Termasuk mengembangkan jasa kontraktor bagi pertambangan emas (eksternal).

Dalam kegiatan eksplorasi ini, kata dia, pihaknya akan menggandeng PT China Coal Geology Mining (CCGM) sebagai kontraktur eksklusif. Untuk saat ini perseroan pun sudah menyiapkan alat-alat pendukung yang dibutuhkan untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi tambang emas tersebut dengan nilai investasi sebesar US$ 5 juta. "Kami bekerjasama dengan perusahaan asal China," ujarnya.

Seperti diketahui, Agis ke depan akan lebih fokus ke bisnis sektor pertambangan, dari sebelumnya distribusi barang elektronik. Hal ini terlihat dari rencana perubahan nama perseroan dan logo menjadi PT Sigma Gold Inti Perkasa Tbk. "Kami sudah dapat surat izin dari Menteri Hukum dam Hak Asasi Manusia RI dan pemegang saham terkait pergantian nama dan logo perusahaan. Jadi, nama dan logo baru perusahaan akan resmi pada bulan depan,” jelasnya.

Selain itu, manajemen perseroan sebelumnya mengaku juga berniat memasuki ranah bisnis bijih besi dengan mengembangkan steel smelting plant. Bahkan, sangat antusias dengan prospek smelter ini. Namun, realisasi rencana tersebut tampaknya masih akan ditunda akibat ketidakpastian kebijakan pemerintah terkait ekspor. Pihaknya juga menilai, berinvestasi di tahun politik akan cukup berisiko.

Padahal sebelumnya, perusahaan ini disebut sebut berencana membangun fasilitas smelter di atas lahan seluas 10 ha di Semarang, dan diharapkan dapat beroperasi pada 2015 mendatang. “Tahun depan kan pemilu, kita tidak tahu kebijakan pemerintah yang baru seperti apa,” ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Debat Capres Apa Masih Menarik?

Oleh: Sigit Pinardi Debat calon presiden-calon wakil presiden pertama dalam rangkaian Pemilihan Umum 2019 akan digelar di Hotel Bidakara, Jakarta,…

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…