HD Finance Bidik Laba Bersih Rp 26 Miliar

Perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor, PT HD Finance Tbk (HDFA) menargetkan laba bersih tahun 2014 sebesar Rp26 miliar atau tumbuh 60% jika dibandingkan dengan laba bersih hingga akhir tahun ini yang diproyeksikan akan mencapai Rp16,21 miliar. Padahal pertumbuhan laba bersih tahun ini yang hanya sekitar 8% atau menjadi Rp16,21 miliar dari tahun sebelumnya Rp15,02 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Kata Direktur Utama HDFA Evy Indahwaty, tertekannya aktivitas pembiayaan oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) telah menjadi biang keladi mengapa pertumbuhan laba bersih hanya mampu menyentuh level 8%,”Adanya kenaikan BI Rate beberapa kali, sehingga mempengaruhi pembiyaan terhadap sepeda motor dan membuat kenaikan laba bersih tahun ini hanya naik tipis,”ungkapnya.

Namun pada tahun depan kemungkinan tidak ada kenaikan BI Rate lagi, jadi kita optimis laba bersih Perseroan bisa tumbuh 60%. Dengan demikian, diakui Evy, untuk mencapai target pertumbuhan laba bersih tahun depan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis, salah satunya dengan meluncurkan produk pembiayaan baru, dengan masuk ke sektor kendaraan roda empat bekas.

Pihaknya memperkirakan, pembiayaan mobil bekas dapat menyumbang ke pendapatan Perseroan sebesar 5%. "Kami akui pada tahun depan pembiyaan sepeda motor baru masih mendominasi atau sekitar 80%, sedangkan motor bekas 15%. Kami berharap pembiyaan kita bisa naik sebesar 35% dibanding tahun ini," ujar Evy. (bani)

Related posts