Pendapatan Premi Prudential Rp17,5 Triliun - Kuartal III 2013

​NERACA

Jakarta - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) hingga kuartal III tahun ini, berhasil mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp17,5 triliun, ini meningkat sebesar 24,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,0 trilium.

Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan mengatakan, kinerja ini didukung oleh pendapatan premi bisnis baru sebesar Rp8,3 triliun. “Perolehan premi bisnis baru meningkat sebesar 20,1%, dari tahun lalu sebesar Rp6,9 triliun,” kata William di Jakarta, akhir pekan lalu.

Selain itu, William juga menjelaskan, total aset Prudential saat ini sebesar Rp44,8 triliun atau naik 15,7% dari kuartal III tahun 2012 yang hanya sebesar Rp38,7%.

William menambahkan, Prudential Indonesia terus berkomitmen untuk terus memberikan inovasi produk pengembangan distribusi multichannel. Selain itu jaringan pelayanan, seiring dengan program yang terus berjalan, yaitu mendidik nasabah tentang manfaat jangka panjang dari perencanaan keuangan.

“Ketiga hal ini memberikan kontribusi terbesar terhadap performa kinerja keuangan kami yang baik di kuartal tahun 2013 ini,” jelas William.

Sedangkan untuk klaim, Prudential telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp6,2 triliun. “Kuartal III ini, Prudential Indonesia menunjukan komitmen untuk membayar klaim dan memberikan perlindungan bagi lebih dari 2 juta nasabah kami,” tambah dia.

Lebih lanjut, William menjelaskan, Prudential Indonesia akan tetap menawarkan produk unit-linked premi reguler unggulannya, baik yang konvensional maupun Syariah, dan terus mengembangkan produk baru, seperti PRUaman, yang sesuai dengan kebutuhan keluarga masyarakat Indonesia dari berbagai kelas demi mewujudkan terciptanya stabilitas keuangan di masa depan.

William kembali menegaskan komitmen Prudential untuk membantu nasabah menciptakan keamanan keuangan jangka panjang. “Lebih dari 200.000 agen Prudential siap memberikan nasabah kami nasihat dan bantuan terbaik di saat mereka paling membutuhkan. Kami akan terus berfokus pada pengembangan tenaga pemasaran kami sebagai media utama dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat terhadap kebutuhan asuransi jiwa.” Kata dia.

Sementara itu, untuk mendukung dan meningkatkan kreativitas seni pada anak-anak, pada 14 Desember lalu menggelar Final Ajang Kompetisi Idola Cha-ching. Program Cha-Ching sendiri merupakan pembelajaran literasi keuangan interaktif melalui karakter animasi, musik dan film.

William sangat mengapresiasi kreativitas anak-anak finalis Idola Cha-Ching. Menurut dia, cara mereka mengekspresikan kreativitasnya melalui lagu-lagu dari program Cha-ching Money Smart Kids layak diacungi jempol. “Kami berharap dengan mengikuti kompetisi video Idola Cha-ching, anak-anak Indonesia dapat semakin mengembangkan kreativitasnya sekaligus mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai empat konsep pengelolaan keuangan dasar yaitu menghasilkan (earn), menabung (save), membelanjakan (spend) dan menyumbang (donate),” tandas dia. [sylke]

Related posts