PIP Biayai Pembangunan RSUD Syamrabu - Bangkalan, Madura

NERACA

Bangkalan - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) telah menyalurkan pembiayaan kepada Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur sebesar Rp96 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu. Perjanjian pinjaman tersebut ditandatangani Kepala PIP, Soritaon Siregar dan Bupati Bangkalan, R Makmun Ibnu Fuad, Jumat (20/12), pekan lalu.

Menurut Soritaon, pinjaman ini diperuntukkan sebagai dana pembangunan perbaikan RSUD Syamrabu Tipe B. Dengan mengacu kepada analisis kelayakan, yang meliputi 5 C, yakni karakteristik dari pemerintahan (character), kemampuan pemerintah untuk melakukan pembayaran (capacity), kepastian dalam pengembalian pinjaman (collaterall), laporan keuangan pemerintah yang wajar tanpa pengecualian (capital), dan pertumbuhan ekonomi kabupaten selama 3 tahun terakhir (condition of economy), PIP memutuskan bahwa Kabupaten Bangkalan layak untuk mendapatkan pinjaman sebagai bentuk upaya percepatan pembangunan RSUD Syamrabu.

“Berdasarkan analisis kelayakan inilah, kami memberikan pinjaman dengan jangka waktu (tenor) pinjaman lima tahun dan masa tenggang pembayaran pokok (grace period) 24 bulan dengan tingkat suku bunga 9.5% efektif per tahun,” ungkap Soritaon. Pembiayaan pembangunan RSUD Syamrabu merupakan pembiayaan RSUD ke-8 yang telah dilakukan oleh PIP sepanjang 2013.

Pembangunan RSUD Syamrabu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama selain menurunkan angka kematian bayi yang selama ini terjadi juga meningkatkan akses layanan kesehatan kelas III. Dengan meningkatnya kualitas dan memadainya layanan RSUD, diharapkan Kabupaten Bangkalan siap untuk melaksanakan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang akan berlaku pada 2014.

Dari segi biaya, pembangunan RSUD ini dapat membantu masyarakat dalam menekan pengeluaran yang harus ditanggung untuk berobat di RSUD lain di luar Kabupaten Bangkalan. Dari rakyat untuk rakyat, disini peran aktif masyarakat bersinergi dengan pemerintah setempat dalam melakukan pengawasan merupakan alat kontrol yang paling efektif guna kelancaran pembangunan, untuk itu PIP mengajak segenap lapisan untuk bersama-sama menjaga pelaksanaan pembangunan RSUD Syamrabu. [ardi]

BERITA TERKAIT

KPK: Pembangunan Meikarta Dilakukan Sebelum Perizinan Selesai

KPK: Pembangunan Meikarta Dilakukan Sebelum Perizinan Selesai   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri soal pembangunan proyek Meikarta di…

ASEAN Perlu Bekerjasama dalam Pembangunan Berkelanjutan

NERACA Jakarta - Peneliti UI yang tergabung dalam Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Fakultas Teknik UI menyatakan perlu kerja…

Pembangunan Infrastruktur untuk Indonesiasentris, Bukan Pencitraan

  Oleh: Winarto Ramadhan, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UIT Makassar   Pemerintahan Jokowi-JK sudah memasuki ambang masanya. Empat tahun pemerintahan sudah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Mewaspadai Inflasi Di Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai ancaman…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…