Pelemahan Bursa Asia Patahkan IHSG

Sehari setelah pelaku pasar merasakan eforia dari hasil keputusan rapat FOMC yang baru akan mempertimbangkan melakukan tappering off pada Januari 2014, IHSG justru terimbas pelemahan bursa saham Asia.

Selain itu, aksi ambil untung jelang libur natal dan penurunan laju bursa saham AS juga berimbas negatif terhadap IHSG. Imbas tersebut membuat pelaku pasar pasang aksi jual sehingga menghadang potensi kenaikan lanjutan IHSG.“Seolah berada di dua sisi sentimen dimana hasil keputusan The Fed tersebut memberikan sentimen positif namun, di sisi lain makin melemahnya nilai tukar Rupiah memberikan sentimen negatif”, kata Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, kemarin.

Sentimen akan dimulainya tappering off pada Januari 2014 juga masih mendominasi pelemahan pada sejumlah mata uang yang berimbas negatif pada Rupiah. Laju nilai tukar dolar AS pun kembali melanjutkan penguatan seiring aksi pelaku pasar yang masih banyak mengakumulasi mata uang dolar AS dan juga kebutuhan akan dolar AS jelang akhir tahun yang juga meningkat.

Pada perdagangan Senin (23/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4168-4185 dan resistance 4215-4235. Berpola menyerupai evening star di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD tertahan uptrend dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan upreversal.

IHSG kembali masuk dalam target support (4186-4215) yang memperlihatkan dorongan jual masih mendominasi. Aksi ambil untung diperkirakan masih akan berlanjut jika tidak ada sentimen positif yang dapat menahannya.

Pertimbangan saham-sahamnya CPIN, AKRA, PWON, ITMG. Saham-saham lainnya MYRX, TLKM, GGRM, BMRI, DNET. Sementara itu, selama sepekan kemarin IHSG berada di zona hijau. Meski di akhir pekan, laju IHSG tersengat aksi ambil untung setelah terimbas pelemahan laju bursa saham AS namun, secara mingguan laju IHSG masih positif.“IHSG sepanjang pekan kemarin dihadapkan pada dua sisi mata uang yang berbeda dimana di satu sisi mendapat sentimen positif dengan pemulihan ekonomi AS dan Eropa yang terus berjalan hingga rilis pertemuan FOMC untuk memulai tappering off pada Januari 2014”, jelasnya.

Namun, di sisi yang lain IHSG juga harus menghadapi sentimen dari dalam negeri berupa laju rupiah yang masih terpenjara di zona merah. Sepanjang pekan kemarin, asing mulai melakukan aksi beli senilai Rp268,06 miliar lebih baik dari pekan sebelumnya yang nett sell senilai Rp-413 miliar. (nurul)

BERITA TERKAIT

Aksi Beli Asing Lanjutkan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/11) melanjutkan penguatannya dengan ditutup lebih…

Optimisme Investor Dongkrak Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (14/11), ditutup melanjutkan penguatan seiring optimisme investor…

Investor di Bursa Capai 820 Ribu Investor

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, jumlah investor saham per bulan Oktober 2018 mencapai 820.000 investor berdasarkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…