WIKA Perbesar Porsi Kontrak Sipil - Bidik Kontrak Baru Rp 20 Triliun

NERACA

Jakarta - Dengan terjadinya peningkatan pembangunan infrastruktur transportasi di tahun depan, PT Wijaya Karya (Persero) (WIKA) menargetkan dapat mengantongi kontrak Rp20 triliun. Dari total nilai tersebut, sekitar 50% diharapkan berasal dari proyek-proyek sipil. “Target kontrak WIKA tahun depan sekitar 20 Trilliun, untuk kontrak sipilnya 9 Trilliun,” kata Direktur PT Wijaya Karya, Budi Harto di Jakarta, Kamis (19/12).

Di tahun depan, menurut dia, ada empat pilar utama yang menjadi kosentrasi perseroan, yaitu kontruksi, sipil, gedung dan energi. Adapun proyek sipil yang menjadi incaran perseroan adalah proyek-proyek sipil seperti MRT dan proyek-proyek kementrian Pekerjaan Umum (PU) lainnya.

Untuk pengembangan usaha di tahun depan, sambung dia, pihaknya menetapkan nilai investasi sekitar 1,8 trilliun. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembebasan tanah pemukiman, sekitar Rp150 milliar, pembangunan pelabuhan Rp50 milliar, dan investasi dalam sektor air minum Rp100 miliar, serta energi Rp100 milliar. “Sisanya untuk pembiayaan peralatan kontruksi,” ujarnya.

Sementara untuk kontrak baru yang diperoleh perseroan hingga akhir Oktober 2013, yaitu sebesar Rp15,2 triliun atau meningkat 26,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp12 triliun. “Kontrak per akhir Oktober 2013 yang diperoleh Wijaya Karya telah mencapai Rp15,2 triliun,” kata Corporate Secretary WIKA Natal Argawan.

Menurut dia, pada periode tersebut perseroan telah memperoleh kontrak baru dari sejumlah bisnis unit, termasuk konstruksi sipil, gedung dan real estate. Adapun nilai proyek terbesarnya, kata dia, mencapai Rp1,7 triliun. Dengan diperolehnya nilai kontrak baru sebesar Rp15,2 triliun tersebut, maka nilai ini telah mencapai 76% dari target kontrak perseroan hingga penghujung tahun sebesar Rp20 triliun. “Kami optimis bisa memperoleh target hingga akhir tahun, sedangkan sisa kontrak baru sebesar Rp4 triliun akan kami genjot pada November dan Desember 2013,” tutur dia.

Pihaknya mencatat, beberapa kontrak baru perseroan meliputi pekerjaan mechanical works, electrical, instrument & control works, structure, civil and building works, operations and maintenance. Selain itu, WIKA juga baru saja menandatangani perpanjangan Dermaga Belawan International Container Terminal (BICT) Paket II di Dermaga Ujung Baru Pelabuhan Belawan, Medan.

Direktur Keuangan WIKA, Ganda Kusuma pernah mengatakan, terminal khusus di Belawan ini dapat menambah kemampuan daya tampung dan bongkar-muat hingga 400 ribu peti kemas per tahun. Usaha patungan yang dijalankan perseroan ini meliputi pembangunan dan pengoperasion Dermaga Terminal Petikemas BICT Paket II, yang terdiri dari pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, penyediaan fasilitas pendukung, pengusahaan, pengoperasian, dan pemeliharaan. Selain proyek tersebut, perseroan juga akan menggarap proyek perluasan gedung terminal 3 ultimate Bandara Soekarno Hatta. (lia)

Related posts