Kepastian Tapering Off Suport IHSG Menguat

Pasca dirilisnya hasil keputusan rapat FOMC yang baru akan mempertimbangkan tappering off pada Januari 2014 dan masih mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya membuat laju bursa saham Asia bergerak positif dan berimbas positif pada laju IHSG.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, jika dilihat dalam intraday perdagangan masih ada kecenderungan pelemahan yang terjadi seiring masih adanya aksi jual. Saham-saham pertambangan dan properti yang lebih banyak bergerak stagnan dan cenderung melemah menahan laju penguatan IHSG.

Sepanjang perdagangan (19/12), IHSG menyentuh level 4257,17 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4208,50 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4231,98. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun.“Tidak hanya IHSG, rupiah pun turut merespon hasil rapat FOMC. Bedanya, IHSG melaju positif namun, rupiah kian makin tertekan dengan hasil rapat tersebut”, katanya.

Hasil rapat FOMC yang memberikan sinyal pemangkasan stimulus meskipun masih Januari 2014, namun telah membuat spekulasi terhadap aksi beli dolar AS kian besar. Tidak hanya itu, pelemahan mata uang Asia setelah merespon hasil rapat FOMC tersebut dan juga melemahnya nilai tukar euro seiring aksi wait & see pelaku pasar jelang pertemuan Uni Eropa juga berimbas negatif pada rupiah.

Setelah sempat dibuka positif pada awal perdagangan, laju bursa saham Asia kembali variatif dimana laju bursa saham China berbalik melemah seiring respon negatif pelaku pasar terhadap rencana Pemerintahnya yang akan menaikkan rate pinjaman dimana diperkirakan akan melambatkan pertumbuhan ekonominya.

Sementara laju bursa saham Asia lainnya merespon positif hasil keputusan rapat FOMC yang memperlihatkan optimisme The Fed terhadap ketahanan ekonomi AS dengan adanya tappering off yang juga dibarengi dengan pemulihan sektor ketenagakerjaannya. Yen yang masih mengalami pelemahan turut disambut positif pelaku pasar.

Pada perdagangan Jumat (20/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4186-4215 dan resistance 4238-4260. Meski secara tren memperlihatkan laju IHSG masih dalam fase penurunan namun, dengan pergerakan yang dapat melampaui target resisten (4207-4220) diharapkan dapat memberikan sinyal positif dan agar IHSG dapat keluar dari tren penurunannya.“IHSG masih berpeluang melanjutkan pelemahannya meskipun juga akan diwarnai aksi ambil untung jelang liburan”, ujarnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Diburu Profit Taking, Laju IHSG Makin Loyo

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (14/1) awal pekan kemarin, seharian berada di zona…

Tahun Politik Berikan Dampak Positif IHSG

NERACA Solo – Momentum politik seiring dengan pemilihan calon presiden dan anggota legislatif, diyakini tidak terlalu banyak berdampak terhadap industri…

Optimisme Dongkrak IHSG Sepekan Kemarin

NERACA Jakarta – Pekan kedua di tahun 2019, indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan tren positif yang ditutup dengan peningkatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…