Anak Usaha Tiga Pilar Sejahtera IPO Kuartal Kedua - Rencanakan Spin Off

NERACA

Jakarta- PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan mendorong entitas usahanya, PT Bumiraya Investindo untuk melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Melalui pelaksanaan IPO ini, diharapkan dapat mendukung pendanaan anak usahanya tersebut untuk melakukan pengembangan usaha.

Direktur Keuangan TPS Food, Sjambiri Lioe mengatakan, kebutuhan dana ekspansi entitas usahanya yang bergerak di bidang agrobisnis (perkebunan) terbilang cuku besar, yaitu mencapai Rp 2 triliun. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung jika Bumiraya Investindo dapat melangsungkan IPO. Diharapkan, pelaksanaan IPO tersebut dapat direalisasikan pada April 2014. “Jika jadi IPO, kami menarget dana sebesar Rp 500 miliar,” katanya di Jakarta, Kamis (19/12).

Dana dari hasil IPO, menurut dia, sepenuhnya akan digunakan untuk mengakuisisi lahan. Targetnya, pada tahun depan, total lahan Bumiraya Investindo dapat mencapai 30 ribu hektar dari total luas lahan sawit saat ini sebesar 16 ribu hektare. “Untuk akuisisi lahan, akan cari pinjaman sekitar US$ 100 juta sampai US$ 125 juta,” jelasnya.

Setelah Bumiraya Investindo menjadi perusahaan terbuka, sambung dia, porsi kepemilikan saham perseroan diperkirakan akan terdilusi hingga berada di bawah 50%. Jika rencana IPO tersebut direalisaikan, pada tahun depan pun, Bumiraya sudah tidak masuk ke dalam laporan keuangan Tiga Pilar. Selanjutnya, Tiga Pilar Sejahtera tentunya akan melakukan pemisahan atau spin off atas anak usahanya tersebut sehingga tidak mengganggu neraca keuangan Tiga Pilar Sejahtera.

Dia menyebutkan, saat ini perseroan memiliki sekitar 65% saham di Bumiraya Investindo, 35% sisanya sudah dilepas pada Bunge Agribusiness Singapore Pte Ltd pada tahun 2012 lalu. Rencananya, pihak yang akan mengambil saham baru yang akan diterbitkan oleh Bumiraya Investindo merupakan salah satu pemegang saham di Tiga PIlar Sejahtera. “Pemegang saham yang sudah menyatakan minatnya adalah Kohlberg Kravis Robert & Co. L.P. (KKR) yang saat ini menguasai sekitar 11% saham di Tiga Pilar,” ujarnya.

Sementara terkait kinerja perseroan sendiri di tahun depan, menurut dia, ditargetkan adanya pertumbuhan pendapatan sebesar 39,54% pada tahun depan menjadi Rp 6,74 triliun, dibandingkan dengan target pendapatan pada tahun ini yang sebesar Rp 4,83 triliun. Pencapaian tersebut antara lain akan ditopang oleh segmen bisnis beras Perseroan.

Pihaknya optimistis, hingga April 2014, pabrik beras baru perseroan yang berkapasitas 240 ribu ton sudah dapat mulai beroperasi. Dengan adanya pabrik baru tersebut, kapasitas produksi beras diperkirakan akan mengalami peningkatan secara signifikan. “Dengan adanya pabrik baru, kapasitas diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi 480 ribu ton,” imbuhnya. (lia)

Related posts