Perbanas Gelar Seminar Pencucian Uang - Tangkas Terorisme

NERACA

Jakarta - Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas)menyelenggarakan seminar bertemakan “Tinjauan Hukum Atas Peran Perbankan di Indonesia Dalam Menghadapi Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme”. Seminar ini antara lain menghadirkan pakar dalam bidang Money Laundering/Pencucian uang dan Counter Terrorist Financing, yaitu pengacara perbankan Pradjoto.

Ketua Bidang Hukum Perbanas yang juga Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal PT Bank CIMB Niaga Tbk Lidya Wulan Tumbelaka mengatakan, kejahatan money laundering atau pencucian uang kini dapat dilakukan oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Teknik yang digunakan pun semakin canggih dan berkembang, sehingga seakan berlomba-lomba dengan upaya pemberantasan yang dilakukan oleh penegak hukum.

“Melalui seminar ini, Perbanas mengajak segenap kalangan, baik dari perbankan maupun masyarakat, untuk berbagi pengalaman serta berperan aktif dalam mengawasi transaksi-transaksi keuangan yang berpotensi mengakibatkan terjadinya pencucian uang maupun pendanaan terorisme,” kata Wulan di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, Pradjoto, dalam paparannya menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi serta globalisasi dalam sistem perbankan menyebabkan perbankan menjadi sasaran utama pelaku kejahatan pencucian uang. Hal ini dimungkinkan karena perbankan masih memegang peranan yang strategis dalam menunjang sistem keuangan termasuk di Indonesia. Selain itu, faktor kerahasiaan bank yang sangat ketat menjadi salah satu pertimbangan dari pelaku kejahatan pencucian uang.

Oleh karenanya, lanjut Pradjoto, penting untuk menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) dalam setiap transaksi perbankan. Selain itu, perlu juga pengawasan serta komitmen yang kuat dari direksi dan komisaris perbankan, serta melaporkan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) jika menemukan transaksi yang mencurigakan.

Masukan UU Perbankan

Sebagai satu organisasi yang mewadahi bank-bank nasional di Indonesia, Perbanas, melalui Bidang Hukum Perbanas, telah memberikan masukan-masukan kepada pemerintah dalam rangka penyusunan Undang-Undang (UU) Perbankan, baik secara umum maupun yang terkait dengan kejahatan pencucian uang. Masukan langsung dari pelaku industri perbankan di Indonesia, menjadi penting demi terciptanya UU Perbankan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri perbankan maupun stakeholders-nya.

Masukan-masukan yang diberikan Perbanas, menurut Wulan, sebelumnya telah berdasarkan usulan ataupun ide dari bank-bank nasional. “Masukan-masukan dari Perbanas terhadap UU Perbankan menjadi komitmen Perbanas demi mewujudkan masa depan industri perbankan yang lebih baik,” tutup Wulan. [rin]

BERITA TERKAIT

Aturan Uang Digital?

Hingga saat ini baik Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat belum bersikap tegas terhadap transaksi mata uang…

Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

    NERACA   Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional…

Ajak Pengguna Berbagi Cerita Unik, KAI Gelar Rail Blogger Contest

Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerja sama dengan IDN Media menggelar kompetisi menulis bertajuk Rail Blogger Contest. Tujuannya, mengajak…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Siapkan Rekening Simpanan untuk Devisa Ekspor

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan rekening simpanan khusus untuk memudahkan pengelolaan devisa hasil ekspor menyusul kebijakan memperkuat…

Perbankan Syariah Lebih Suka Akad Mudharabah

    NERACA Jakarta - Praktisi perbankan syariah dari PT Sarana Multigriya Finansial Eko Ratrianto mengatakan perbankan syariah lebih menyukai…

OJK : Kepercayaan Terhadap Pasar Keuangan Meningkat

    NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia pada…