Mansek Incar Penjaminan Emisi Obligasi Rp9 triliun - Awal Tahun Tangani Empat Obligasi

NERACA

Jakarta – Tahun depan merupakan tahun politik, namun PT Mandiri Sekuritas (Mansek) tetap optimis minat perusahaan unuk menggelar penawaran saham perdana dan perbitan obligasi masih tinggi. Bahkan diawal tahun depan saja, Mandiri Sekuritas sudah ada gawean untuk penjamin emisi obligasi di empat sektor. Maka dari itu, perseroan optimis target nilai penjaminan emisi sekitar Rp 9 triliun di 2014 bakal tercapai.

Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Iman Rachman menyebutkan 4 perusahaan yang akan menerbitkan obligasi rupiah adalah 1 perusahaan multifinance yang diklaim memiliki nilai besar, 2 sektor consumer goods dan ada satu perusahaan retail. Sementara hingga akhir tahun Mandiri Sekuritas menargetkan penjaminan obligasi mencapai Rp10-12 triliun.“Rata-rata penjaminan emisis obligasi tiap tahun mencapai 20 obligasi, tahun ini berhasil mencapai hingga 23 obligasi”, kata dia di Jakarta, Kamis (19/12).

Sementara untuk IPO, kata Iman, sampai saat ini sudah ada lima perusahaan yang IPO dan tengah mengurus 2 placement perusahaan. Selain itu, saat ini pihak Mandiri Sekuritas juga sedang mengerjakan right issue PT ATPK Resources Tbk (ATPK).“Selain itu kita juga memmiliki sumber revenue lain yaitu sebagai penasihat keuangan bagi beberapa perusahaan BUMN dan calon emiten yang akan IPObdan buyback saham ketika pasar sedang tidak stabil”, ungkapnya.

Dia menyebutkan, selain itu ada sumber pendanaan lain juga dari kerjasamanya dengan perusahaan investasi asal Malaysia, RHB Investment Bank Berhad (RHBIB). Dimana Mandiri Sekuritas akan mencoba mengenalkan cara mendapatkan sumber pendanaan baru bagi perusahaan yaitu dengan menerbitkan ringgit bonds.“Karena tahun ini ada 2 emisi tertunda, kemungkinan awal tahun 2014 ada 3 emisi yang kita jaminkan, sementara obligasi kita lebih agresif, sudah ada 8 di pipe line”, katanya.

Selain itu, Mandiri Sekuritas juga masih menunggu keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait right issue PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang mencapai Rp2 triliun. Dia menyebutkan bahwa pihaknya menunggu kepastian penunjukan selaku penjamin emisi.“Semua keputusan ada di tangan pemegang saham Garuda Indonesia. Kami masih menunggu saja siapa yang ditunjuk oleh Garuda dalam menangani right issue mereka”, katanya.

Namun, dia mengaku berminat untuk menangani rencana penerbitan right issue yang dilakukan Garuda Indonesia. Karena apabila Mandiri Sekuritas dinyatakan sebagai underwriter right issue Garuda, hal ini akan menambah portofolio perseroan yang sudah ada saat ini.“Kami bersyukur jika menang, tapi kembali lagi ada di tangan BUMN. Kalau pun ditunjuk, kami mendapatkan portofolio lagi dalam menangani right issue”, pungkasnya.

Pihak Mandiri Sekuritas juga berhasil mencatatkan kenaikan penjaminan tahun ini mencapai 72,68% atau menjadi Rp21,93 triliun dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp12,7 triliun. Berdasarkan data Bloomberg, Mandiri Sekuritas menguasai pangsa oasar IPO dan obligasi mencapai 15,2%.

Jumlah ini didapat dari 30 mandat penjaminan emisi yang terdiri dari IPO dan obligasi sebesar Rp11,2 triliun serta right issue dengan total penerbitan Rp10,73 triliun. Mandiri Sekuritas juga turut menangani global bonds yang diterbitkan PT Pertamina senilai US$219,25 juta.“Tingginya pertumbuhan penjaminan untuk penerbitan right issue, lantaran nilai atau valuasi dari penerbitan saham baru yang dilakukan tahun ini memang cenderung lebih besar, dan hal tersebut telah mendongkrak nilai penjaminan yang berhasil dicatatkan tahun ini melejit cukup tinggi”, jelasnya.

Dia menambahkan, pada tahun ini yang melakukan right issue nilainya besar-besar seperti Astra dan Telkomsel yang mendorong pertumbuhan cukup tinggi. Sedangkan nilai penjaminan emisi, obligasi serta penerbitan rights issue tahun ini melonjak tinggi dibanding tahun lalu mencapai 72,6%.“Meskipun tahun ini kondisi pasar cenderung melambat, kami tetap sukses menangani sejumlah transaksi sepanjang 2013. Selain itu ada IPO, dan di tahun depan sudah ada beberapa mandat penjaminan emisi”, katanya.

Sementara, Mandiri Sekuritas juga mencatatkan pertumbuhan nasabah ritel hampir 60% dari tahun lalu. Saat ini jumlah nasabah mencapai 22 ribu naik dari jumlah sebelumnya 13.700 nasabah di akhir tahun 2013. (nurul)

Related posts