Akhir Pekan, Laju IHSG Makin Bersemangat

NERACA

Jakarta – Belum beranjaknya aksi beli investor asing terhadap saham-saham yang sudah terdiskon menjadi pemicu menguatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengakhiri perdagangan Kamis kemarin, indeks BEI menguat 35,689 poin (0,85%) ke level 4.231,980. Sementara Indeks LQ45 naik 8,428 poin (1,21%) ke level 705,443. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.200 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.170 per dolar AS.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto mengatakan, pasca pengumuman kebijakan the Fed untuk memangkas stimulus keuangannya sebesar US$ 10 miliar mendorong pelaku pasar kembali masuk ke pasar,”Pasar keuangan melihat dua sentimen, yakni global dan internal. Untuk sentimen eksternal, investor terlihat senang karena sudah ada kepastian dari the Fed," kata dia.

Menurut dia, pemangkasan sebesar US$ 10 miliar juga tidak signifikan dampaknya terhadap pasar saham. Langkah the Fed itu juga cukup bagus dalam menjaga pasar. "Tindakan the Fed itu juga melihat kondisi pasar keuangan agar tidak bergejolak,”ujarnya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, Indonesia juga masih memiliki pertumbuhan yang positif sekitar 5,7%. Kondisi itu tentu masih dinilai baik oleh pasar. Meski turun dari yang ditargetkan, tetapi Indonesia masih memiliki kenaikan ekonomi dan pertumbuhan 5,7% itu tidak kecil. Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak menguat seiring dengan kepastian soal tapering off oleh The Fed.

Perdagangan Kamis kemarin, hampir seluruh indeks sektoral di lantai bisa menguat dengan penguatan rata-rata lebih dari satu persen. Hanya sektor tambang dan konstruksi yang jatuh ke zona merah. Aksi beli didominasi investor asing. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 346,32 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 125.141 kali pada volume 4,483 miliar lembar saham senilai Rp 4,522 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 100 saham turun, dan 188 saham stagnan. Bursa saham Jepang memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari satu persen. Kecepatan bursa Asia lainnya hanya moderat, kecuali China dan Hong Kong yang melemah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.250 ke Rp 61.250, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 550 ke Rp 41.700, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 500 ke Rp 3.400, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 18.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 25.900, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 200 ke Rp 5.650, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 11.100, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 150 ke Rp 4.800.

Perdagangan sesi pertama ditutup menguat 41,696 poin (0,99%) ke level 4.237,978. Sementara Indeks LQ45 melonjak 8,827 poin (1,27%) ke level 705,842. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak menguat dengan penguatan rata-rata lebih dari satu persen. Investor semangat berburu saham sejak pembukaan perdagangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 70.702 kali pada volume 2,145 miliar lembar saham senilai Rp 2,398 triliun. Sebanyak 150 saham naik, sisanya 58 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Hanya bursa saham Jepang yang bisa melampaui kecepatan laju Bursa Efek Indonesia (BEI), bursa Asia lainnya hanya naik moderat. Sedangkan bursa saham China malah jatuh ke zona merah.Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 450 ke Rp 18.600, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 450 ke Rp 13.950, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 60.450, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 41.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 10.550, Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 6.700, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 11.100, dan MNC Sky (MSKY) turun Rp 60 ke Rp 1.990.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 13,76 poin atau 0,76% menjadi 4.228,04 setelah mengalami fluktuasi cukup tinggi, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,17 poin (1,17%) ke level 705,19,”Bursa Asia, termasuk IHSG BEI turut dibuka menguat memfaktorkan penguatan bursa AS paska pengumuman pengurangan stimulus keuangan (tapering off) the Fed," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia mengemukakan, the Fed memutuskan untuk mengurangi besaran stimulus moneternya sebesar US$ 10 miliar menjadi US$ 75 miliar per bulan yang akan dimulai pada Januari 2014. Namun demikian, lanjut dia, sentimen negatif dari depresiasi mata uang rupiah diperkirakan masih membatasi penguatan IHSG. Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa pengurangan stimulus AS oleh The Fed di tahun depan akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Dimana kondisi tersebut memperbesar peluang adanya aksi perbaikan portofolio saham (window dressing) bagi investor. (bani)

Related posts