Pola Pembiayaan Dalam Sistem Perbankan Syariah

Di antara akad atau transaksi dalam sistem perbankan, setidaknya ada lima, yaitu:

Berdasarkan prinsip titipan atau sinpanan (Depository) Berdasarkan prinsip bagi hasil (Profit sharing) Berdasarkan Prinsip Jual-Beli (Sale and Purchase) Berdasarkan Prinsip Sewa (Operational Lease and Financial Lease) Berdasarkan Prinsip Jasa (Fee-Based Services)

Anggota Dewan Syariah Indonesia Kardita Kintabuana Lc., MA menjelaskan, prinsip-prinsip yaitu

1. Al-wadi’ah. Wadi’ah adalah akad penitipan dari pihak yang mempunyai uang/barang kepada pihak yang menerima titipan dengan catatan kapanpun titipan diambil pihak penerima titipan wajib menyerahkan kembali uang/barang titipan tsb dan yang dititipi menjadi penjamin pengembalian barang titipan.

2. Al-Mudarabah (trust Financing, trast investment)

Pengertian Mudharabah berasal dari kata dharb yang berarti memukul atau berjalan. Pengertian memukul atau berjalan ini lebih tepatnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha.

3. Prinsip Jual-Beli (Sale and Purchase)

a. Bai’ Al-Murabahah (Deferred Payment Sale)

Pengertian: Bai’ al-murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam bai’ al-murabahah, penjual harus memberi tahu harga produk yang ia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya.

b. Bai’ Assalam (In Front Payment Sale)

Pengertian: Dalam pengertian yang sederhana, bai’ as-salam berarti pembelian barang yang diserahkan di kemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka.

c. Bai’Al-Istishna (Purchase by Order or Manufacture)

Pengertian: Bai’ al-istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli) dan penjual/Shani’.

4. Prinsip Sewa (Operational Lease and Financial Lease)

a. AL-Ijarah: · Pengertian: Al-Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti denganpemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri.

b. Al-Ijarah Al Muntahiabi at-Tamlik (Financial Lease With Purchase Option)

Pengertian: Adalah sejenis perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau lebih tepatnya akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang di tangan si penyewa.

5. Prinsip Jasa (Fee-Based Services)

a. Al-Wakalah (Deputy ship)

Pengertian: Al-Wakalah berarti penyerahan, pendelegasian, atau pemberian mandat. Akad al-wakalah adalah akad pelimpahan kekuasaan oleh satu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Agen (wakil) boleh menerima komisi dan boleh juga tidak menerima komisi.

b. Al-Kafalah (Guaranty)

Pengertian: Akad kafalah secara teknis berupa perjanjian bahwa seseorang memberikan penjaminan kepada seorang kreditor yang memberikan utang kepada seorang debitor, yaitu menjamin bahwa utang debitor akan dilunasi oleh penjamin apabila debitor tidak membayar utangnya. Contoh akad kafalah garansi bank dsb.

c. Al-Hawalah (Transfer Service)

Pengertian: Adalah pengalihan hutang dari orang yang berhutang ke pada orang lain yang wajib menanggungnya. Dalam istilah para ulama, hal ini merupakan pemindahan beban hutang dari muhil (orang yang berhutang) menjadi tanggungan muhal ‘alaih atau orang yang berkewajiban membayar hutang. (saksono)

Related posts