Kapasitas Cracker Chandra Asri Bertambah Jadi 860 Ton - Antisipasi Lonjakan Impor Bahan Baku

NERACA

Jakarta- PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) memastikan akan menambah kapasitas cracker dari 600 ton menjadi 860 ton per tahun pada tahun depan. Hal tersebut dinilai sebagai langkah yang harus dilakukan perseroan untuk memenuhi permintaan produk chemical dalam negeri dan efisiensi. “Import akan semakin meningkat kalau tidak ada peningkatan kapasitas dalam negeri. Hal inilah yang kemudian mendasari perseroan meningkatkan kapasitas pabrik,” kata Director Resources dan Corporate Administration PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Suryandi di Jakarta, Rabu (18/12).

Menurut dia, pemenuhan permintaan produk chemical dalam negeri saat ini masih net impor produk pro plastik. Utamnya, Polythylene yang impor sebesar 27%, Polypropylene 45 %, dan etilin 55%. “Itu peningkatannya kapasitas produksinya kurang lebih 43%,” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, dengan tingkat pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia yang melaju pesat sekitar 60-65% pertahun, kapasitas cracker yang ada di Indonesia sekarang masih belum mencukupi. Oleh karena itu, pihaknya memperkirakan, impor bahan baku petrokimia nantinya akan semakin tinggi.

Dia mencontohkan, plastik misalnya, saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan utama dalam negeri. Pertumbuhan industri ini pun akan terus berjalan. Polythylene (pe) dan Polypropylene(pp) yang merupakan bahan baku utama yang dipakai untuk industri packaging, seperti untuk kemasan mie instan hingga gelas air mineral, tentunya juga akan ikut mengalami peningkatan.

Untuk memperbesar kapasitas nafta tersebut, sambung dia, pihaknya menganggarkan investasi sebesar US$ 380 juta. Sebagian besar dana tersebut diakui dirinya berasal dari pinjaman bank yang baru saja didapatkan pihaknya pada November lalu. “Sumbernya dari PUT yang kami selesaikan akhir bulan lalu US$127,9 juta dan di awal Desember lalu kita menandatangani pinjaman dengan bank sebesar US$265 juta,” jelasnya.

Seperti diketahui, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk belum lama ini telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman berjangka tujuh tahun senilai US$265 juta melalui club deal basis dengan sejumlah bank lokal dan internasional. Pinjaman ini disebut-sebut untuk meluluskan ekspansi Naphtha Cracker yang ditargetkan dapat berproduksi akhir tahun 2015. Ditargetkan, perseroan sudah mulai melakukan pembangunan fisik pada tahun depan.

Penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman tersebut, menurut dia, dilakukan pada 5 Desember 2013. Sejumlah pihak perbankan terkait, yaitu Bangkok Bank Pcl, cabang Jakarta, The Siam Commercial Bnk Pcl, Indonesia Eximbank, DBS Bank Ltd, dan Deutsche Bank AG, cabang Singapura. Adapun PT Bank DBS Indonesia akan bertindak sebagai facility agent.

Pinjaman yang diperoleh perseroan tersebut, sambung dia, akan digunakan untuk membiayai belanja modal sehubungan dengan ekspansi Naphtha Cracker dari 600.000 KT menjadi 860.000 KT per tahun. Pasalnya, untuk pengembangan usaha ini diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$380 juta (Cracker expansion). “Proyek ekspansinya telah dimulai pada kuartal keempat 2013 dan ditargetkan akan mulai produksi pada akhir 2015.” jelasnya. (lia)

Related posts