ABM Investama Raih Pinjaman US$ 450 Juta

Dalam rangka meningkatkan efisiensi biaya pendanaan, PT ABM Investama Tbk (ABMM) melakukan konsolidasi pendanaan mencapai nilai maksimal US$450 juta dari empat bank. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. disebutkan pendanaan tersebut didapat dari 3 bank internasional dan 1 bank BUMN. Pinjaman tersebut berasal dari Grup OCBC (OCBC Bank Singapore dan PT Bank OCBC NISP Tbk), DBS Bank Singapore, PT Bank ANZ Indonesia, dan PT Bank Mandiri Tbk.

Direktur Utama PT ABM Investama Tbk, Andi Djajanegara mengatakan, konsolidasi pendanaan ini akan meningkatkan kemampuan perseroan dalam memperkuat arus kas. Di mana strategi ini akan meningkatkan solvabilitas perusahaan sekaligus mengurangi eksposur perseroan terhadap risiko liabilitas.

Dia menambahkan, konsolidasi pendanaan ini telah dilakukan untuk semua anak perusahaan ABMM kecuali PT Sumberdaya Sewatama (SS) yang saat ini telah menerbitkan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, pinjaman ini bagi perseroan dinilai menguntungkan, karena tingkat bunga rendah dan perseroan mendapatkan grace period selama 2 tahun pertama. “Sehingga akan mengurangi beban biaya dan menghemat arus kas untuk tahun-tahun mendatang”, ungkapnya.

Asal tahu saja, pinjaman tersebut bertenor 5 tahun dan perseroan sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh bank-bank internasional dan BUMN. Dimana perbankan merasa yakin akan kinerja pertumbuhan dan prospek perseroan dalam 5 tahun ke depan. Perusahaan yang memiliki 3 bisnis utama ini telah mengucurkan dana Rp262,36 juta pada Oktober lalu untuk melakukan aktivitas eksplorasi melalui PT Reswara Minergi Hartama dimana aktivitas dilakukan bersama PT Media Djaya Bersama dengan melakukan program pemboran geoteknik sebanyak 2 lubang bor kedalaman 155 meter.

Pemboran dilakukan oleh PT Tata Bara Utama, dan geoteknik Golder Associates. Adapun hasil aktivitas tersebut bertujuan meningkatkan keyakinan terhadap interpretasi cadangan yang sudah ada dan pengambilan data untuk detil studi geoteknik.

Sementara, anak perusahaanya yaitu PT Sumberdaya Sewatama berhasil meningkatkan kapasitas penjualan listriknya menjadi 1.060 megawatt (mw) pada akhir September 2013. Sebagai pembanding, pada periode yang sama tahun 2012, kapasitasnya mencapai 978 mw. Sementara sepanjang tahun 2012, perusahaan produsen listrik ini mencatat kapasitas 1.010 mw. (nurul)

Related posts