Produksi CPO Astra Agro Capai 1,39 Juta Ton

NERACA

Jakarta- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sebesar 4,1% hingga November 2013. Tercatat, total produksi CPO perseroan sepanjang periode tersebut mencapai 1,39 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,33 juta ton. Informasi tersebut disampaikan Direktur PT Astra Agro Lestari, Juddy Arianto dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (18/12).

Disebutkan, kenaikan produksi CPO perseroan hingga November 2013, didorong oleh peningkatan produksi yang terjadi pada bulan November sebesar 155.321 ton. Selain kenaikan produksi CPO, perseroan juga mencatatkan kenaikan produksi kernel. Total produksi kernel perseroan yang dicatatkan mencapai 296.886 ton, naik sebesar 1,3% dari sebelumnya 293.155 ton di tahun 2012.

Pihaknya optimistis, permintaan terhadap CPO mengalami pertumbuhan yang positif. Diperkirakan, konsumsi CPO dunia hingga akhir tahun ini akan mencapai 56,95 juta ton, naik sebesar 9,2% dibandingkan konsumsi tahun lalu. Angka tersebut dinilai melebihi tingkat produksi CPO yang dihasilkan sebesar 56,32 juta ton.

Dalam lima tahun terakhir ini, pihaknya mencatat, pertumbuhan permintaan terhadap CPO secara rata-rata juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,2%. Pada tahun 2012 misalnya, konsumsi CPO dunia mencapai 52,15 juta ton, atau mengalami peningkatan sebesar 7% dibandingkan tahun 2011 sebesar 48,73 juta ton.

Sementara hingga September 2013, perseroan mencatatkan volume penjualan CPO sebanyak 1.105.754 ton, naik dibanding periode yang sama tahun 2012 sebanyak 993.729 ton. Namun, untuk harga penjualannya sendiri masih mengalami koreksi. Diketahui, rata-rata penjualan pada periode ini terkoreksi 11,7% menjadi Rp6.835/kilogram (kg) dibanding akhir September tahun lalu sebesar Rp7.739/kg.

Tak ayal, kondisi tersebut memangkas pendapatan perseroan pada periode tersebut. Tercatat, penjualan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan kernel hingga September 2013 mencapai Rp8,3 triliun. Pendapatan perusahaan terbesar dikontribusi dari penjualan CPO sebesar Rp7,56 triliun. Namun, angka ini turun sekitar 1,69% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,69 triliun.

Dalam pengembangan bisnisnya, perseroan berencana membangun industri hilir dengan mengakuisisi lahan, dan membangun pabrik refinery lainnya untuk meningkatkan kinerja perseroan. Saat ini, perseroan memiliki lahan di Riau, Jambi, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Sealtan. Adapun luas lahan perseroan mencapai 274.881 hektar.

Dana akuisisi itu disebut sebut telah disiapkan dalam anggaran belanja modal perseroan tahun ini yang mencapai Rp3 triliun. Angka tersebut meningkat Rp33 miliar dibandingkan belanja modal tahun sebelumnya sebesar Rp2,67 triliun. “Anggaran belanja modal untuk 20% pembangun pabrik, 30% bangun beberapa pabrik refinery kita bangun untuk industri hilir di daerah Jawa-Sulawesi,” kata Head of Public Relation AALI, Taufan Mahdi. (lia)

Related posts