PGN Bangun Galeri Perak dan Tembaga Sodo - Berdayakan Ekonomi Desa

NERACA

Jakarta – Dalam rangka memberdayakan ekonomi masyarakat Yogyakarta, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) meresmikan dua galeri lengkap dengan interiornya, yakni galeri perak di desa Pampang dan galeri perak dan Tembaga di desa Sodo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Yogyakarta, Rabu (18/12). Disebutkan, pembangunan dua galeri tersebut merupakan hasil kerjasama Perusahaan Gas Negara (PGN) bekerjasama dengan UKM binaan yang tujuannya mempermudah para perajin memasarkan produknya.

Direktur Keuangan PGN, M. Riza pahlevi mengatakan, meski PGN tidak memiliki wilayah operasional di desa tersebut, namun upaya peningkatan kualitas dan kuantitas mitra binaan harus tetap maksimal. ”Kegiatan positif ini merupakan energi baik yang disalurkan PGN. Tidak hanya menjangkau daerah sekitar wilayah operasional PGN, tetapi jauh sampai ke luar wilayahnya. Sebagai contoh, PGN memiliki banyak mitra binaan di Yogyakarta”, ujar Riza.

Menurutnya, tidak mudah untuk membuat masyarakat di luar desa Pampang dan desa Sodo, menyadari potensi yang ada di dua tempat tersebut. Selain karena posisinya agak jauh dari pusat kota Yogyakarta, namanya kalah pamor dengan sentra-sentra perak atau tembaga di tempat lain. Di luar itu, promosi dan kemampuan bersaing dua desa ini juga sempat menghadapi beberapa kendala, seperti pemasaran produk secara mandiri. Malah kabarnya, kalau tidak ada order, mereka berhenti berproduksi.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, upaya PGN merupakan kesempatan bagi masyarakat supaya kerajinan perak dan tembaga di dua desa ini makin dikenal lebih luas dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. “Komitmen PGN untuk membantu mitra binaan, khususnya di Desa Sodo dan Pampang, sangat kami hargai dan sejalan dengan visi kami untuk membuat masyarakat menjadi mandiri dan kompetitif,” kata Immawan.

Galeri yang dibangun oleh PGN tersebut, diharapkan bisa menjadi pusat informasi dan penjualan aneka jenis kerajinan di dua desa tersebut. Nantinya, galeri tersebut bakal menampung produksi membantu perajin dalam pemasaran produknya. Immawan menambahkan, Gunungkidul harus dikenal sebagai daerah yang potensi ekonominya tinggi, dan punya industri kreativitas yang memberi kesejahteraan kepada masyarakatnya.

Sekadar informasi, sentra-sentra industri perak terus berkembang dan mengalami pemekaran. Dulunya para perajin perak Pampang belajar di Kotagede sekarang mereka mampu mendirikan usaha sendiri di tempat mereka. Para perajin ini terus berkembang secara kualitas dan desain, supaya bisa lebih maju dalam pemasaran maupun produksinya. Maka diharapkan melalui kerjasama dengan PGN, masyarakat bisa mendapatkan pelatihan dan keikutsertaan dalam pameran para perajin yang nantinya bisa mempunyai usaha dan kerjasama yang baik, sehingga produk-produk yang sudah dihasilkan, bisa jadi unggulan dan disukai konsumen. (bani)

Related posts