Tahun Depan, Produksi Siwani Kembali Normal - Mesin Mulai Beroperasi

NERACA

Jakarta –Produsen kemasan makanan, PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) menyatakan optimis bila tahun depan, produksi perseroan bakal kembali berjalan normal dan bisa memenuhi order pelanggan seiring dengan mulai diperbaikininya tiga unit mesin perseroan.

Direktur PT Siwani Makmur Tbk, Syonanto Wijaya mengatakan, perseroan optimi bakal kembali memenuhi order dan kontrak jangka panjang karena mesin yang tengah diperbaiki sudah mulai beroperasi tahun depan, “Tiga unit mesin yang tengah di perbaiki saat ini, diperkirakan akan kembali beroperasi tahun depan, “ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya mengakui, dampak dari kendala mesin pabrik yang rusak mengakibatkan kapasitas produksi kemasan perseroan tidak optimal. Kendatipun demikian, perseroan akan tetap menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan kedepan bakal mencari pelanggan baru di luar kota Jakarta.

Selain itu, Syonanto menegaskan, saat ini perseroan telah melunasi utang terhadap supplier setelah mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 20 miliar dari pemegang saham pengendali Roots Capital Asia Limited (RCAL). Sebagai informasi, Siwani Makmur memutuskan untuk melakukan konversi atas hutang perseroan kepada RCAL sebesar Rp 52,5 miliar menjadi saham dalam perseroan sebanyak 350 juta saham bias seri B dengan nominal Rp 150 per saham.

Sehingga dengan demikian, RCAL menjadi pemegang saham mayoritas perseroan dengan persentase 79.10% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Perseroan juga berharap dengan melunasi kewajiban membayar utang dan mulai beroperasinya mesin di tahun depan, saham tidak lagi disuspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), “Saat ini kita tengah memproses agar BEI bisa memperdagangkan kembali saham SIMA di pasar modal,”ujarnya.

Sebagaimana diketahui, PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) dalam kinerjanya terganjal mesin produksi yang bermasalah akibat banjir. Akibatnya, perseroan belum bisa memaksimalkan produksi pada tahun ini.

Akibat rusaknya mesin produksi perseroan sehingga target laba tahun ini sebesar Rp107,75 juta bakal meleset, sehingga pada tahun ini belum bisa meraih laba. Kendatipun demikian, perseroan menyakini dapat menurunkan rugi bersih di tahun ini menjadi Rp1 miliar. Jumlah ini jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,23 miliar. Saham perseroan disuspensi BEI yang meminta penjelasan lebih lanjut terkait kegiatan operasional dan kondisi keuangan perseroan. (bani)

Related posts