OJK Dorong Edukasi Keuangan Masyarakat Melalui Kampus

NERACA

Pemahaman literasi keuangan yang baik diharapkan mampu membuat masyarakat lebih sejahtera. Literasi keuangan adalah merupakan suatu rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keyakinan (confidence) konsumen dan masyarakat luas sehingga mampu mengelola keuangan pribadinya dengan baik.

Untuk itu peningkatan literasi keuanganakan melibatkan perubahan cara pandang dari masyarakat yang selama ini belum terbiasa terlayani jasa lembaga keuangan, yakni dari sekadar berpikir untuk bertahan hidup menjadi merencanakan hidup mereka dengan lebih baik di masa mendatang.

Atas dasar itulah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, guna meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang keuangan. Kerja sama ini meliputi bidang pengembangan sektorjasa keuangan, peningkatan literasi keuangan, dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan, serta sosialisasi.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan, kerja sama dengan Undip diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang keuangan serta meningkatkan jumlah pengguna produk dan jasa keuangan.

"Nota kesepahaman ini awal yang baik, bersama-sama kita meningkatkan literasi keuangan di masyarakat. Dengan cara memberikan edukasi, melakukan penelitian, mengadakan seminar dan lainnya," kata Kusumaningtuti seusai Penandatangan MoU antara OJK dan Undip di Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Semarang, belum lama ini.

Sebelumnya OJK sudah menandatangani MoU dengan delapan universitas lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Trisakti, STIE Bisnis Indonesia, Sekolah Tinggi IMMI, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Wahid Hasim (Unwahas) Semarang dan Universitas Muhamadiyah Malang (UMM).

Dengan literasi keuangan yang baik diharapkan masyarakat dapat lebih sejahtera, antara lain melalui pemanfaatan produk jasa keuangan, perencanaan keuangan yang lebih baik, pengetahuan dan ketrampilan kewirausahaan, mencegahberinvestasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas dan peningkatan pemahaman masyarakat atas manfaat dan risiko produk dan jasa keuangan.

Dari sudut pandang lembaga jasa keuangan, manfaat dari literasi keuangan antara lain meliputi peningkatan keuntungan dari semakin tingginya transaksi keuangan masyarakat dan motivasi bagi lembaga jasa keuangan untuk terus menerus mengembangkan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pembukaan akses jasa keuangan selain melalui peningkatan literasi keuangan masyarakat juga memerlukan inovasi produk keuangan, yang memungkinkan masyarakat untuk mudah dan terbiasa dengan layanan jasa keuangan. Sehingga diharapkan adanya program-program edukasi masif kreatif dan inovatif secara nasional dan terobosan inovasi produk dan jasa keuangan yang lebih variatif mampu menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat.

Related posts