Tunjangan Guru 2014 Capai Rp60, 5 triliun

NERACA

Profesi guru merupakan salah satu profesi penting bagi keberlangsungan suatu bangsa. Pasalnya, dari tangan para gurulah lahir pemimpin pemimpin bangsa di kemudian hari. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika pemerintah memberikan tunjangan kepada para guru guna meningkatkan motivasi mereka dalam bekerja.

Tahun 2014, anggaran pendidikan untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2013, dari Rp43,1 triliun yang telah dianggarkan sebesar Rp60,5 triliun. Peningkatan demi perbaikan kesejahteraan guru ini diharapkan akan berdampak kepada peningkatan kinerja.

“Untuk tahun 2014, anggaran pendidikan untuk tunjangan profesi guru sebesar Rp60,5 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2013 yakni Rp43,1 triliun," kata Kepala Seksi Penyusunan Anggaran Belanja Prioritas dan Konsolidasi Belanja Pemerintah Pusat Adi Nugroho dalam acara Forum Group Discussion Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Padang Golf Modernland, Kota Tangerang, pekan ini.

Ia mengatakan, untuk anggaran pendidikan tahun 2014 ditetapkan sebesar Rp368,8 triliun atau 20,02% dari total belanja negara yang mencapai Rp1.842,4 triliun.

Anggaran pendidikan tersebut terdiri dari alokasi pendidikan melalui belanja pemerintah pusat sebesar Rp130,27 triliun serta alokasi pendidikan melalui transfer ke daerah sebesar Rp238,62 triliun.

Sedangkan kebijakan pembangunan pendidikan pada tahun 2014 diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, peningkatan akses, kualitas relevansi pendidikan menengah universal. Peningkatan daya saing pendidikan tinggi, peningkatan profesionalisme dan pemerataan distribusi guru dan tenaga kependidikan.

"Ada juga untuk peningkatan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini, pendidikan agama, sistem pendidikan nasional, penguatan tata kelola pendidikan dan pendidikan karakter," kata dia.

Pada 14 November 2013 lalu, residen Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menandatangani Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2014. Anggaran Pendapatan Negara Tahun Anggaran 2014 adalah Rp 1.667, 140 triliun, sementara Anggaran Belanja Negara sebesar Rp 1.842,495 triliun, atau defisit Rp 175,355 triliun (1,69%).

Dari total anggaran belanja negara Rp 1.842,495 triliun itu, anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp 368,899 triliun atau 20% dari total anggaran belanja negara. Anggaran belanja pendidikan ini, terdiri atas anggaran pendidikan melalui belanja pemerintah pusat Rp 130,279 triliun (tersebar di Kemdikbud Rp 80,661 triliun, Kemenag Rp 42,566 triliun, dan 16 Kementerian/Lembaga Rp 7,051 triliun)

Sedangkan anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah sebesar Rp238,6 triliun terdiri dari BA pendidikan yang diperkirakan dalam DBH Rp1 triliun, DAK bidang pendidikan Rp10 triliun, BA pendidikan yang diperkirakan dalam DAU terdiri dari Non Gaji Rp13,6 triliun dan gaji pendidikan Rp122 triliun. Dana tambahan penghasilan guru PNSD Rp1,9 triliun, tunjangan profesi guru Rp60,5 triliun, BA pendidikan dalam dana Otsus Rp4,1 triliun, dana insentif daerah Rp1,4 triliun dan Bantuan operasional sekolah Rp24,1 triliun.

Related posts