Peduli Giant: Satu Toko Satu Sekolah

Sesuai dengan UU No. 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas dan BUMN yang menganjurkan perusahan untuk menjalankan corporate social responsibility (CSR), Giant (PT Hero Supermarket Tbk) mewujudkan tanggung jawab sosial perusahannya dengan memusatkan perhatian pada pendidikan di Indonesia.

NRACA

Perhatian dari semua pihak dalam bidang pendidikan diyakini penting dan perlu, sebab pendidikan dasar merupakan tahapan penting untuk pembentukan generasi yang berkualitas dan berkarakter. Diketahui pula bahwa kesempatan anak-anak di Indonesia untuk bersekolah belum merata. Selain itu, masih banyak sekolah di Indonesia dengan keadaan yang kurang layak dan butuh bantuan.

Sarana dan prasarana sekolah yang baik akan mendukung kelancaran belajar mengajar dan menciptakan pendidikan dini yang lebih baik. Kenyamanan yang dirasakan baik oleh murid maupun guru akan menimbulkan semangat belajar yang tinggi dan diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan.

Program CSR yang diberi nama “Satu Toko Satu Sekolah” ini menjadi wujud nyata kepedulian Giant. Program nasional PT Hero Supermarket ini telah dilaporkan ke Dinas Sosial dengan nomor izin 283/LJS.PPSDBS/11/2013. Konsep yang diusung program ini adalah di mana setiap terdapat satu toko Giant, maka akan ada satu sekolah yang dibantu atau diadopsi oleh toko Giant di area tersebut.

“Program ini telah dimulai sejak 2012. Setiap buka satu toko, kami bantu satu sekolah yang berada di dekat lingkungan toko. Bentuk bantuan pertama adalah sekolah itu sendiri, yaitu infrastruktur sekolah. Contohnya adalah memperbaiki sarana sanitasi sekolah atau toiletnya, atau ruang kelasnya kita bersihkan,” jelas Risk Management & Government Relation Director PT Hero Supermarket Tbk Yudhi Komarudin.

Bentuk bantuan kedua yang diberikan oleh Giant adalah berupa beasiswa bagi 3 siswa di sekolah itu. Masing-masing siswa mendapat Rp2 juta. Pemilihan siswa dilakukan oleh kepala sekolah, namun akan di-review atau diteliti kembali oleh Giant, sebelum diputuskan untuk mendapat beasiswa. Tahun berikutnya, bila ada toko baru dibuka, maka akan ada satu sekolah lain yang akan dibantu.

Sampai saat ini Giant telah membantu 170 sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Sekolah MI TPI Assu’dawiyah di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ini merupakan sekolah ke-171 yang mendapat bantuan dari Giant, sekaligus sebagai peresmian program “Satu Toko Satu Sekolah”.

Dana yang digunakan untuk program CSR ini merupakan dana dari sumbangan konsumen yang berbelanja di Giant, serta dana yang diambil dari manajemen Giant dari perolehan keuntungan perusahaan. Tentunya dana ini diaudit oleh akuntan publik bertaraf internasional.

Untuk sekolah MI TPI Assu’dawiyah ini, Giant bekerjama dengan Yayasan Pemberdayaan Rakyat Miskin (PaRaM) yang diketuai oleh Farid Ratih. Salah satu moto PaRaM adalah merajut kebersamaan peduli masyarakat miskin. Dalam hal ini PaRaM merajut kebersamaan bersama Hero Giant untuk bidang pendidikan.

“Sebelum memutuskan untuk memilih sekolah ini, PaRaM sudah melakukan survei kecil-kecilan di lingkungan sekolah ini. Kami menanyakan kepada anak-anak apa perasaannya bila sekolah mereka buruk. Jawaban mereka adalah merasa malu dengan sekolah yang bobrok. Berarti kalau sekolahnya kita perbaiki, mereka mau sekolah. Itulah tujuan kami, membuat anak-anak itu bergairah dan bersemangat kembali bersekolah,” jelas Farid Ratih.

Untuk bantuan per sekolah, Giant tidak menentukan nilai nominalnya, tergantung dari kebutuhan sekolah itu. Pihak PaRaM-lah yang akan melihat dan menganalisisnya. Kemudian, ParaM akan menyampaikan laporannya kepada Giant.

Bantuan pendidikan yang diberikan pun beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan oleh sekolah tersebut. Ini mulai dari perbaikan infrastruktur seperti renovasi ruang belajar dan lapangan olahraga, perbaikan sanitasi dan air bersih, sampai pengadaan buku, alat sekolah, komputer, serta bantuan berupa beasiswa.

Untuk MI TPI Assu’dawiyah, bantuan yang diberikan berupa perbaikan bangunan sekolah, mulai dari pembangunan pagar dan tembok, pembatas kelas, hingga perbaikan sanitasi kamar kecil, peralatan sekolah dan penyediaan kipas angin. Semua bantuan tersebut dimaksudkan agar suasana belajar mengajar di sana menjadi lebih layak dan nyaman bagi murid dan guru.

“Biasanya sekolah yang sudah kita perbaiki akan dipantau terus. Kalau sekolah itu masih membutuhkan, maka kami akan balik ke sekolah itu. Tapi, kalau sekolah itu sudah cukup, maka kami akan beralih ke sekolah lain,” jelas Marketing Director PT Hero Supermarket Tbk Wirry Tjandra.

Related posts