SEA Games dan Solidaritas Asia Tenggara - Oleh: Lili Suryati, SE, MM, Wakil Ketua II STIE IBBI Medan

Mynamar sebagai tuan rumah SEA Games yang ke-27 akan menyeleng gerakan sebuah kompetisi olah raga di tingkat negara Asia Tenggara. Olah raga adalah sarana untuk mempersatuakan berbagai kompnen yang berbeda, baik individu maupun atas nama negara. Namanya olah raga ini adalah sebuah persaingan sehat yang mengedepankan sportivitas tingkat tinggi. Semua atlet diharapkan mematuhi apa yang jadi aturan. Hebatnya lagi siapa saja yang menang juga diharapkan untuk menghormati yang kalah, yang kalah menyelemati yang menang dengan iklas. Inilah hebatnya oleh raga yang jauh berbeda dengan arena politik.

Dalam arena politik aturan seringkali diabaikan, dikangkangi, dan sering terjadi spekulasi tingkat tinggi. Hakim dalam politik dalam bentuk perangkat aturan seringkali ditabrak. Bahkan dalam arena politik berkembang doktrin yang sangat sesat, tidak ada sahabat dan musuh yang sejati, yang ada adalah kepentingan yang abadi. Ini adalah sebuah doktrin yang membuat arena politik sangat pragmatis.

Arena olah raga sangat enak. Sebagai sebuah tontonan yang mempragakan keahlian fisik, didukung oleh rasio, juga didukung oleh sikap yang sangat sportif, siap kalah dan menang. Tidak jarang kita lihat dengan iklas si kalah mendekati yang menang dan memberikan ucapan selamat. Si pemenang juga meenmaptkan yang kalah dengan sikap yang sangat hormat. Apakah dalam arena politik sering kita lihat seperti ini?

Kalau atlet sangat sportif, politikus kita justru memberikan peragaan yang sangat menyakitkan. Kalah dalam pilkada langsung ke MK menggugat dan mengatakan panitia curang. Yang menang curang. Jarang pemenang pilkada mengucapkan selamat pada yang kalah dengan iklas. Inilah arena politik kita yang harus belajar dulu kepada atlet dalam hal pemberian ucapan selamat secatra tulus dan iklas.

Saatnya semua mata hati politikus kita melihat olah raga SEA Games sebagai pembelajaran bagimereka. Pertandingan politik yang enak bisa ditonton apabila semua politikus memberikan pendidikan politik yang baik kepada semua masyarakat kita. Sikap negarawan, sikap sportif harus ditonjolkan kalau ingin melihat dunia politik kita yang beradab. Negara tanpa adab politik adalah negara yang tidak akan bisa jadi negara yang bermartabat. Untuk itu saatnya SEA Games jadi pembelajaran bagi semua politikus dalam hal bermain dan bertanding secara politik.

Terlepas daripada itu, perhelatan SEA Games yang dimulai tanggal 11 Desember dan berakhir 22 Desember 2013 ini bagi saya bukan hanya keinginan untuk memburu medali saja. Lebih dari situ ini adalah sebuah ajang kebersamaan (solidaritas) kawasan supaya masing –masing negara bisa kompak dalam melakukan politik kawasan yang saling menguntungkan. Adanya interaksi negara melalui olah raga ini akan memperkuat kedekatan emosional semua negara. Dengan demikian kerjasama bidang lain seperti kerjasama ekonomi akan lebih baik lagi. Semua negara akan saling bahu membahu dalam pembangunan kawasan yangsaling menguntungkan.

Di era globalisasi ekonomi saat ini sudah saatnya semua negara saling bertukar banyak hal. Mulai pertukaran budaya, pelajar, ekonomi, sumber daya alam dan lain sebagainya. Prinsipnya adalah kerjasama yang saling menguntungkan semua pihak. Kerjasama saling menguntungkan bisa terjadi apabila semuanegara diikat oleh hubungan emosional yang sangat tinggi, seperti persamaan wilayah atau letak geografis.

Kita bisa lihat saat ini negara-negara yang tergabung di kawasan Asia Tenggara sangat kaya akan potensi sumber daya alam, baik laut dan darat. Bagaimana semua negara bisa menjadikan politik kawasan dengan baik dengan prinsip kerjasama yang saling menguntungkan. Diharapkan melalui olah raga SEA Games ini bukan hanya mencari siapa juara, lebih dari situ ada satu piala yang lebih besar, kebersamaan untuk maju dengan saling mendukung dan kerjasama antar sesama negara Asia Tenggara.

Saat ini negara tidak lagi bisa hidup sendiri-sendiri tanpa dukungan negara lain. Yang perlu dikembangkan dalam konteks negara Asia Tenggara atau kawasan ASEAN adalah kerjasmaa komunitas yang saling menguntungkan. Pertukaran ilmu, budaya, bahkan sumber daya alam sangat penting. Semua negara sesama ASEAN harus saling mendukung dalam menggapai apa yang jadi topik kemajuan bersama.

Sebagai contoh, negara kita yang punya SDA sebagai bahan baku untuk industri, diekspor ke negara Singapura, maka pada prinsipnya berapa jumlah keuntungan yang kelak antara bahan baku kita dengan barang jadi oleh negara Singapuran hendaknya jangan terjadi ketimpangan yang sangat besar. Kalau bahan bakunya di negara kita, industri di Malaysia maka kedua negara harus mendapat keuntungan yang proporsional. Hal inilah yang kita butuhkan sehingga pembangunan kawasan dengan prinsip saling menguntungkan semua negara bisa dicapai dengan baik.

Untuk itu, harapan kita bersama event olah raga SEA Games punya makna yang lebih besar. Bukan hanya mencari siapa yang jadi juara. Lebih dari itu akan memperkuat persaudaraan diantara sesama bangsa yang tergabung dalam komunitas ASEAN. Persaudaraan yang akan mendukung kerjasama kawasan untuk saling mengisi dan melengkapi. Ini sangat penting karena kedekatan emosional karena persamaan letak geografis.

Terlebih lagi saat ini kaum kapitalisme dunia terus melebarkan sayapnya. Saatnya komunitas ASEAN dibangun dengan mengedepankan kerjasama yang saling menguntungkan satu sama lainnya. Mari melihat SEA Games lebih besar lagi, bukan persoalan memburu medali semata. Ada medali emas yang lebihmurni, yaitu kawasan ASEAN yang saling mendukung untuk kemajuan bersama. (analisadaily.com)

Related posts