BCA Finance Mengaku Belum Terasa - Dampak BI Rate Bertahan

​NERACA

Jakarta - Direktur Keuangan BCA Finance Amirdin Halim, mengungkapkan bertahannya suku bunga acuan atau Bank Indonesia (BI) Rate beberapa waktu lalu, tidak mempengaruhi pembiayaan perseroan saat ini. Namun dia mengatakan, kenaikkan BI rate satu bulan lalu yang baru terasa dampaknya sekarang.

“Kalau yang ditahan itu belum terasa apa apa, namun kenaikkan BI Rate satu bulan lalu itu baru berasa imbasnya sekarang ini, tapi ketika suku bunga disesuaikan atau dinaikkan maka selanjutnya akan menemukan titik keseimbangan yang baru,” kata Amirdin di Jakarta, Selasa (17/12)

Lebih lanjut dia mencontohkan, dalam suatu perusahaan otomotif misalnya tidak mungkin produsen menghentikan produksi mereka. “Misalnya industri otomotif itu tidak mungkin produksi berhenti, dan tidak mungkin mereka tidak menjual produknya sama sekali, hal ini yang masih menunjukan harapan untuk tumbuh,” kata dia.

Untuk menunjang kinerja bisnis perseroan, Amirdin mengatakan, setiap tahun rutin membuka lima hingga enam cabang. “Kami membuka kantor cabang itu rutin setiap tahunnya, lima sampai enam cabang, jumlah total di akhir tahun kantor cabang kita ada diangka 70 buah, terakhir kita buka di Gresik, Duri dan Sampit sedangkan untuk tahun depan kita masih belum menentukan rencana akan dibuka dimana,” imbuh Amirdin.

Perseroan optimis, target pembiayaan hingga akhir tahun akan mencapai hingga Rp26 triliun. Ini naik sekitar 6,12% jika dibandingkan dengan pembiayaan tahun lalu sebesar Rp24,5 triliun. Hingga November ini pembiayaan BCA Finance sebesar Rp25 triliun. Jumlah pembiayaan masih di dominasi oleh kendaraan baru sebesar 70% dan sisanya sebanyak 30% kendaraan bekas.

Sedangkan untuk tahun depan, target pembiayaan perseroan mencapai Rp27 triliun. Target ini sudah disesuaikan dengan peraturan pengetatan kredit yang dilakukan oleh regulator. Sementara itu, untuk meningkatkan kinerja, BCA Finance masih akan mengandalkan pembiayaan mobil. Disini, pembiayaan mobil mencatatkan Non Performing Loan (NPL) yang terbilang kecil, yakni 0,6%.

Sementara itu, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial atau corporate social responsibily (csr) dengan memberikan beasiswa pendidikan kepada 60 mahasiswa dari 51 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Beasiswa itu, diberikan dalam bentuk biaya kuliah dan uang saku senilai Rp3 juta persemester.

Menurut Amirdin, pemberian beasiswa ini diharapkan turut berperan aktif untuk melahirkan generasi muda Indonesia yang berprestasi. “Ini merupakan tahun ke 5 perseroan untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, melalui program ini, kami harap lebih banyak lagi mahasiswa yang berprestasi namun ada kendala dalam finansial bisa menyelesaikan pendidikan tanpa beban biaya,” jelas dia.

Amirdin juga menjelaskan, tahun lalu beasiswa seperti ini diberikan kepada 50 mahasiswa berprestasi dan tahun ini meningkat menjadi 60 penerima. Sejak tahun 2012, menurut Amirdin proses pendaftaran beasiswa bisa diakses melalui sistem online pada website BCA finance. “Kami melakukan ini karena kami ingin membuka akses luas untuk mahasiswa yang berprestasi untuk mendapat beasiswa,” tandas dia. [sylke]

Related posts