Persempit Gerakan Teroris dengan Kewaspadaan dan Antisipasi - Oleh: Heru Wicaksono, Pemerhati Masalah Sosial

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Sutarman di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (12/12), mengatakan, polisi telah mendeteksi pelaku terorisme di sejumlah daerah di Indonesia yang akan melakukan upaya gangguan keamanan terkait dengan ibadah jelang Natal dan Tahun Baru 2014.

Dari hasil penelusuran sementara kepolisian, diduga para pelaku teror ini akan melakukan peledakan di Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Sutarman menambahkan, temuan ini menjadi masukan bagi daerah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang Natal dan Tahun Baru 2014.

Sementara sesaat sebelum bertolak ke Jepang untuk menghadiri pertemuan puncak pemimpin negara ASEAN dari bandar udara Halim Perdana Kusumah, Kamis (12/12), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan mendapatkan laporan ancaman yang akan mengganggu perayaan Natal serta Tahun Baru, yang menurutnya tidak terkait dengan geliat politik menjelang pemilihan umum 2014. Meminta aparat kepolisian melakukan antisipasi adanya ancaman serangan teror menjelang Natal.

Oleh karena itulah kita lakukan segalanya dengan demikian Insya Allah apa yang kita laksanakan baik dalam rangka pemilihan umum, ibadah keagamaan atau perayaan hari besar dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Sebagaimana diketahui bahwa pelaku terorisme Indonesia terdiri dari tiga kelompok, Darul Islam (DI) adalah salah satu dari tiga unsur kelompok besar terorisme aktif di Indonesia, selain kelompok Nurdin M. Top (dari kelompok Malaysia), dan kelompok-kelompok kecil yang tidak ada hubungannya dari kelompok-kelompok besar, seperti kelompok Santoso dari Poso. Darul Islam menjadi landasan dari aksi-aksi besar teroris selama ini.

DI sebagai induk gerakan jihad di Indonesia dan para pelaku jihad, memiliki paham baru, yaitu Salafy Jihadisme. Tujuan DI sejak kemerdekaan Indonesia adalah menegakkan syariat Islam dan mendirikan Negara Islam Indonesia (NII).

Sementara terkait pernyataan Kapolri Jenderal Pol Sutarman bahwa telah mendeteksi pelaku terorisme di sejumlah daerah di Indonesia yang akan melakukan upaya gangguan keamanan terkait dengan ibadah jelang Natal dan Tahun Baru 2014, tentunya juga harus menjadi perhatian kita bersama sebab jumlah anggota jaringan teroris semakin banyak. Hal ini tidak terlepas dari kegiatan para teroris yang tertangkap hingga menjalani hukuman, masih tetap merekrut anggota baru yang ditemui dan dibina dalam penjara.

Dari potensi itu, maka semua pihak harus berpartisipasi untuk mencegah perkembangan terorisme. Kewajiban mencegah terorisme bukan hanya aparat kepolisian dan satuan TNI, melainkan juga masyarakat luas, termasuk tokoh-tokoh masyarakat. Aksi-aksi terorisme bisa dicegah apabila kita semua peduli, kita semua antisipasi di lingkungan masing-masing, perhatikan keluarga kita, anak-anak kita jangan sampai ikut dalam jaringan terorisme.(mimbar-opini.com)

Related posts