“Seluruh Pegawai BI Akan Kembali” - Gubernur BI Agus DW Martowardojo

NERACA

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardojo mengatakan sebanyak 1.220 pegawai BI yang ditugaskan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2013 dapat kembali lagi ditempatkan di BI pada 2016 mendatang. "Terkait SDM (sumberdaya manusia), pegawai yang kami tugaskan ke OJK sebanyak 1.150 orang ditambah 70 orang. Di dalam UU OJK ditugaskan dari akhir tahun 2013 sampai tahun 2016. Ekstremnya, semua bisa kembali ke BI," katanya, saat rapat kerja (Raker) dengan OJK dan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (17/12).

Agus Marto menuturkan potensi kembalinya pegawai tersebut menjadi tantangan bagi OJK untuk tetap mempertahankan eks karyawan BI yang bekerja di OJK. "Membangun talenta seorang pengawas bank sangat sulit, karena melalui pembangunan kapasitas selama bertahun-tahun," terangnya.

Mantan Menteri Keuangan ini juga menegaskan, apabila didasari oleh UU OJK, maka secara hukum pegawai OJK yang berasal dari BI bisa dengan mudah untuk kembali ke BI. "Ini tantangan buat OJK. Pemerintah kelihatannya lupa menganggarkan untuk SDM yang ditugaskan ke OJK," tambah Agus Marto.

Dia pun menambahkan, pemerintah perlu memperhitungkan juga, apakah nantinya OJK akan sestrategis dan sekuat BI atau tidak dehingga perlu disikapi eksistensi OJK dengan tidak melupakan pentingnya keberadaan SDM. "Ini satu isu yang perlu dijadikan catatan, supaya pemerintahan yang akan datang menganggap hal ini sebagai isu yang perlu disikapi," tandasnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad, pernah meminta kepada Komisi XI DPR sejumlah dana tambahan di luar pagu anggaran 2014 untuk remunerasi 1.300 pegawai BI ke OJK senilai Rp810 miliar. Sejumlah anggaran remunerasi itu juga didesak dapat terealisasi sejak awal tahun 2014. Hingga akhir September 2013, OJK sudah merekrut pegawai baru hingga 395 orang.

Tahun depan, kata Muliaman, rencananya OJK akan merekrut 450 pegawai baru. Dengan pegawai sebanyak ini, Muliaman mengaku OJK dapat bekerja dengan optimal. “Kita masih kekurangan pegawai. Agar fungsi OJK dapat belangsung optimal kita harus menambah sejumlah pegawai baru. Hingga totalnya nanti akan ada 3.017 pegawai di OJK,” jelas dia. [ardi]

Related posts