MENTERI KUKM RI, SYARIFUDIN HASAN : Jumlah Koperasi Meningkat Sampai Dua Kali Lipat

Bandung - Sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus gencar membuat program pemberdayaan koperasi dalam hitungan waktu 2 tahun terakhir jumlah koperasi mengalami lonjakan dua kali lipat. Kenaikan jumlah koperasi dalam hitungan waktu 2 tahun terakhir, semula 154.000 unit, dan dalam tahun ini telah mencapai 286.107 unit. Kenaikan tersebut, juga diikuti dengan bertambahnya jumlah anggota koperasi.

NERACA

“Kinerja tersebut, ke depan masih terus dipacu karena masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah yaitu penuntasan masalah jumlah pengangguran yang kini masih mencapai 6,8% dan jumlah penduduk miskin yang kini masih mencapai 12,49%,” ujar Menteri KUKM RI, Syarifuddin Hasan ketika membuka Cooperative Fair dan Halal Fair di Lapangan Gazibu (20/7).

Mentri KUKM itu berharap, melalui peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian diharapkan angka pengangguran bisa menurun menjadi 5% dan jumlah penduduk miskin menurun menjadi 8%.

Pemerintah, sambung Syarifuddin dalam rangka meningkatkan peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian telah concern memfasilitasi bantuan di antaranya bantuan permodalan. Langkah terwujud sudah diimplementasikan, di antaranya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditargetkan dapat mencapai Rp.20 triliun per tahun.

“Untuk tahun ini optimis dapat terwujud karena realisasinya tahu ini telah mencapai Rp.15 triliun,”ujar Syarifudin Hassan.

Penyaluran KUR, telah mendapat dukungan dari beberapa lembaga perbankan baik nasional maupun daerah. Untuk daerah pemerintah mengapresiasi kinerja bank daerah di Jabar yaitu Bank BJB karena Bank BJB telah menyalurkan KUR dengan jumlah yang telah mencapai target.

Pemerintah, jelas menteri, dalam rangka menggerakkan koperasi di tahun 2012 akan merevitalisasi koperasi. Melalui revitalisasi tersebut, diharapkan peran koperasi dapat merespon perkembangan ekonomi 5 tahun ke depan.

Melalui revitalisasi koperasi, diharapkan peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian dapat mencakup ruang lingkup yang lebih luas. Koperasi melalui revitalisasi diharapkan dapat berperan dalam scope nasional maupun internasional. Selanjutnya, ujar Syarifuddin melalui revitalisasi koperasi diharapkan 99 koperasi di Indonesia dapat berskala nasional.

Jabar Gelorakan Koperasi

Sementara itu, dalam rangkaian pembukaan Cooperative Fair, Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan dalam sambutannya mengungkapkan, keberadaan koperasi dan UKM baik di Indonesia maupun di Jabar pada khususnya terbukti telah potensial menciptakan lapangan kerja serta terbukti telah menopang pembangunan perekonomian.

Namun, yang menjadi pekerjaan rumah sekarang, ungkap gubernur Jabar, adalah membuat masalah pemerataan agar koperasi betul-betul bisa optimal menggerakkan perekonomian. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah menggelorakan semangat berkoperasi di masyarakat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, yang kini di Jabar jumlahnya tercatat sebanyak 23.000 unit.

Sejalan dengan semangat menggerakkan berkoperasi kepada masyarakat, ujar Gubernur diharapkan koperasi koperasi dapat terus dihidupkan serta diharapkan dapat bersinergi menggerakkan hasil produksi pertanian.

Harry Sastrakusumah, salah seorang tokoh Koperasi di Kabupaten Cianjur mengungkapkan, potensi koperasi di Indoensia memang cukup besar. Hampir diseluruh provinsi jumlah kopersi bisa mencapai di atas 500 koperasi. Namun sayangnya, ujar Harry, potensi itu tidak dimbangi dengan kualitas lembaga koperasi itu.

“Secara kuantitas, memang koperasi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Cianjur, ada peningkatan dari tahun ke tahun. Namun secara kualitas, jumlahnya ada kecenderungan menurun,” ujar dia.

Untuk mengatasi masalah itu, pengurus Dekopinda Cianjur itu, keberadaan koperasi itu harus terus menerus dilakukan pembinaan dan meningkatkan kualitas sDM maupun kelembagaan oleh semua pihak. Jika koperasi itu bisa maju dan berkembang dengan baik, maka kepada mereka perlu diberi pembinaan yang rutin dan tingginya kepedulian pemerintah daerah.

BERITA TERKAIT

Korupsi, Penghambat Daya Saing Koperasi

  NERACA Malang - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mengungkapkan…

Produktivitas Tenaga Kerja Diklaim Meningkat

  NERACA   Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan produktivitas tenaga kerja nasional terus mengalami peningkatan dan pada…

Obligasi Moratelindo Oversubscribed 1,4 Kali

NERACA Jakarta – Penerbitan obligasi PT Mora Telekamtika Indonesia (Moratelindo) direspon positif pelaku pasar. Buktinya, Obligasi I Moratelindo yang dicatatkan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

Pemprov Sumsel Maksimalkan Program Pengentasan Kemiskinan

Pemprov Sumsel Maksimalkan Program Pengentasan Kemiskinan NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) berupaya memaksimalkan program pengentasan kemiskinan…