Pasar Manfaatkan Aksi Beli Saham Terdiskon

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam 56,390 poin (1,37%) ke level 4.182,346. Sementara Indeks LQ45 melompat 12,674 poin (1,86%) ke level 693,652. Aksi beli pelaku pasar terhadap saham-saham unggulan mendorong indeks menguat, meskipun belum bisa balik ke 4.200. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.125 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.100 per dolar AS.

Analis Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, aksi beli pelaku pasar dilakukan menjelang rapat FOMC, “Rapat FOMC yang berlangsung dua hari yang dimulai pada 17--18 Desember ini mendorong pelaku pasar berspekulasi hasil pertemuan itu terkait dengan 'tapering off' sehingga mengangkat sebagian bursa Asia, termasuk IHSG BEI," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/12).

Dia menambahkan, kondisi saham-saham di dalam negeri yang tertekan dalam empat hari terakhir juga menjadi salah satu pendorong pelaku pasar saham domestik kembali mengambil posisi beli. Berikutnya, indeks BEI Rabu diproyeksikan masih melanjutkan penguatan dan bakal bergerak di kisaran Rp4.154--4.205 poin.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan Rabu, yakni Bank Mandiri (BMRI), Bumi Serpong Damai (BSDE), Alam Sutera Realty (ASRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI). Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks sektor industri di lantai bursa kompak menguat dengan poin yang cukup tinggi. Penguatannya rata-rata lebih dari satu persen, bahkan ada yang sampai dua persen, seperti sektor industri dasar, finansial dan manufaktur.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 128.307 kali pada volume 7,537 miliar lembar saham senilai Rp 4,734 triliun. Sebanyak 175 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia tak lagi kompak menguat di teritori negatif setelah bursa saham China terkena koreksi. Pelaku pasar di China mengambil untung setelah indeksnya sempat naik diawal perdagangan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 40.600, Indocement (INTP) naik Rp 900 ke Rp 19.250, Mandom (TCID) naik Rp 800 ke Rp 11.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 27.900. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 3.000 ke Rp 179.000, Multi Prima (LPIN) turun Rp 900 ke Rp 4.400, Renuka (SQMI) turun Rp 200 ke Rp 630, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 150 ke Rp 6.750.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 49,855 poin (1,21%) ke level 4.175,811. Sementara Indeks LQ45 melonjak 11,371 poin (1,67%) ke level 692,349. Indeks berhasil menghindari teritori negatif berkat aksi beli di saham-saham unggulan dan lapis dua yang harganya sudah murah akibat aksi jual di hari-hari sebelumnya.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 72.447 kali pada volume 4,431 miliar lembar saham senilai Rp 2,309 triliun. Sebanyak 169 saham naik, sisanya 61 saham turun, dan 87 saham stagnan. Bursa-bura regional masih mempertahankan momentum penguatan dan melenggang di zona hijau. Penguatan tertinggi dipegang oleh Bursa Efek Indonesia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.450 ke Rp 40.050, Mandom (TCID) naik Rp 800 ke Rp 11.300, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 27.700, dan Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 18.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asahimas (AMFG) turun Rp 200 ke Rp 6.700, Renuka (SQMI) turun Rp 180 ke Rp 650, Matahari (LPPF) turun Rp 150 ke Rp 10.850, dan Siloam (SILO) turun Rp 100 ke Rp 9.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 21,95 poin atau 0,53% menjadi 4.147,91 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,64 poin (0,83%) ke level 686,61,”Bursa Asia pagi, termasuk IHSG BEI dibuka menguat seiring positifnya bursa AS dan Eropa. Seiring sentimen positif dari data manufaktur Eropa dan data industrial production AS yang lebih baik dari ekspektasi," kata Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Menurut dia, kondisi bursa global yang positif itu dapat membuka ruang bagi indeks BEI kembali bergerak menguat pada hari ini setelah terkoreksi cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan sentimen positif dari indeks Bursa saham AS yang ditutup menguat tadi malam mendorong indeks bursa saham di kawasan Asia berada di area positif.

Sentimen indeks global, lanjut dia, diharapkan menjadi momentum positif bagi IHSG untuk melaju ke level yang lebih baik, mengingat sebelumnya indeks bursa saham domestik mengalami koreksi selama empat hari beruntun akibat kuatnya tekanan yang muncul dari pasar global. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 85,75 poin (0,37%) ke level 23.200,41, indeks Nikkei-225 naik 162,77 poin (1,09%) ke level 15.318,64 dan Straits Times melemah 20,68 poin (0,68%) ke posisi 3.074,28. (bani)

Related posts