MNC Sky Vision Raih Pinjaman US$ 250 Juta - Bayar Utang Obligasi Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Setelah memperoleh pinjaman sindikasi bank senilai US$250 juta, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) melunasi obligasi yang diterbitkan anak perusahaannya. Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/12). Disebutkan, Aerospace Satellite Corporation Holding B.V, anak perusahaan perseroan memiliki utang obligasi sebesar US$165 juta.

Dengan perolehan pinjaman tersebut, Aerospace dapat melunasi utang obligasinya. Investor Relations PT MNC Sky Vision Tbk Effendi Budiman menyebutkan, pelunasan obligasi ini dilakukan pada 12 Desember 2013 dengan dana yang diperoleh melalui pinjaman sindikasi bank berjangka yang telah ditandatangani pada tanggal 19 November 2013 sebesar maksimal US$250 juta,”Sisa dana setelah pelunasan obligasi ini akan digunakan perseroan untuk modal kerja dan belanja modal”, katanya.

Perseroan sendiri sebelumnya menyatakan bahwa dana yang didapatkan ini akan digunakan untuk melunasi obligasi sebesar US$165 juta yang diterbitkan oleh anak perusahaan MSKY yakni Aerospace Satellite Corporation Holding B.V.pada 2010 lalu.

Pada tanggal 11 November 2013, perseroan telah menyampaikan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Efek Singapura (SGX) bahwa pihak perseroan akan melakukan pembiayaan kembali atas obligasi tersebut, yang akan dilaksanakan pada 12 Desember 2013 ini.“Keputusan kami untuk melakukan pembiayaan kembali telah melalui pertimbangan yang matang untuk memberikan yang terbaik bagi perseroan, dan kami sangat gembira karena perseroan mampu mendapatkan fasilitas yang mendukung tujuan kami”,kata Direktur Utama PT MNC Sky Vision Tbk Rudy Tanoesodibjo.

Dia juga mennyebutkan, dengan melakukan pembiayaan kembali ini, perseroan akan mendapatkan penghematan biaya bunga yang signifikan, sehingga efisiensi biaya perseroan akan semakin baik, dan hasil penghematan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan pengembangan perseroan.

Pada November 2010, Aerospace Satellite Corporation Holding B.V. menerbitkan obligasi senilai US$165 juta dengan tingkat bunga sebesar 12,75% per tahun. Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2015, namun memiliki call-option yang dapat dijalankan mulai November 2013 ini.

Dalam pinjaman sindikasi bank yang diraih perseroan, Deutsche Bank dan Standard Chartered Bank sebagai pemimpin sindikasi untuk melakukan pembiayaan kembali ini melalui pinjaman berjangka maksimal sebesar US$250 juta. Pinjaman berjangka yang didapatkan dari sindikasi bank ini memiliki tingkat bunga LIBOR + 4,25%, jauh lebih rendah dari obligasi yang dimiliki saat ini, dan akan jatuh tempo dalam waktu tiga tahun.

Diperkirakan perseroan akan mampu melakukan penghematan sampai US$10 juta per tahunnya dari biaya bunga, walaupun jumlah pinjaman tersebut lebih tinggi dibandingkan obligasi saat ini. Jika melihat pinjaman sindikasi ini, kemungkkinan akibat perseroan mengalami kerugian sebesar Rp223,03 miliar per September 2013 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp26,26 miliar. (nurul)

BERITA TERKAIT

Ditopang Produksi Anak Usaha - HRUM Targetkan Produksi 5 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Mengulang kesuksesan di tahun kemarin, PT Harum Energy Tbk (HRUM) menargetkan produksi batu bara sebesar 5 juta…

Produktivitas Utang Negara

Persoalan utang luar negeri Indonesia tidak terlepas dari perjalanan siklus kepemimpinan dari masa ke masa. Pemerintahan Jokowi-JK akhirnya kini menanggung…

Sentul City Raih Indonesia Living Legend Companies Award 2019

Perusahaan properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) meraih penghargaan Indonesia Living Legend Companies Award 2019. Penghargaan diberikan kepada perusahaan di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…