Cegah Tawuran

Oleh : Ahmad Nabhani

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Penilaian tentang Indonesia sebagai bangsa yang santun, ramah, gotong royong dan bermusyawarah, sepertinya akan sirna begitu saja ketika melihat tawuran antar warga di Johar Baru, jakarta Pusat, atau di Pasar Rumput, Jakarta Selatan yang kerap terjadi. Bahkan teranyar tawuran dua kelompok massa di Bandung. Bentrokan fisik antar warga atau dua kubu masyarakat menjadi tontonan saat ini dan ironisnya, keributan tersebut terjadi juga antar mahasiswa yang dikenal agen pembaharu.

Kini pertanyaannya, dengan berbagai pristiwa tawuran antar warga, baik di Jakarta atau di daerah, apakah pantas bangsa ini masih menempel karakteristik sebagai bangsa yang santun, ramah dan bergotong royong. Penilaian tersebut tentunya dikembalikan pada masing-masing dengan berbagai alasannya. Namun hal yang menjadi perhatian, persoalan sosial sangat melekat dibalik tawuran antar warga.

Sebut saja, perebutan lahan parkir, perebutan penumpang atau persoalan sepele saling mengejek menjadi pemicu cepatnya tawuran antar warga. Bila sudah begini peran tokoh masyarakat dan agama harus dioptimalkan kembali, tidak sekedar mengamankan keamanan kembali atau jam malam

Jangan sampai kerusuhan antar warga di Jakarta menjadi sesuatu yang di pelihara dan imbasnya membesar dan bisa mengancam ibu kota. Persoalan sosial di Ibu kota memiliki kompleksitas yang sangat rumit, karena memiliki berbagai latar belakang suku, profesi dan juga pendidikan. Ironisnya, kerap kali tawuran terjadi didaerah yang padat penduduk dan ini diakibatkan adanya persoalan ekonomi dan sosial yang terbentur karena komunikasi serta peran pemerintah sebagai fasilitator.

Sudah saatnya, tawuran ini segera diakhiri, bagaimanapun juga tawuran seperti bensin yang akan selalu merebet dan menjadi bom waktu. Tentunya, kita sepakat, apa yang disampaikan Wagub DKI Prijanto tentang konflik sekecil apapun harus diselesaikan secepatnya. Jangan terus dibiarkan, karena lama-lama bisa membesar dan akan sulit dikendalikan.

Melerai dan menyelesaikan tawuran antar warga tidak cukup sekedar dari peran tokoh masyarakat, tetapi juga keterlibatan masyarakat dan pemuda dibawah. Mungkin cara efektif dengan memperbanyak kegiatan olah raga dan pertemuan harus dilakukan secara rutin antar pemerintah daerah dan juga tokoh panutan lainnya.

Ibu kota Jakarta menjadi miniatur dan pencitra Indonesia di tingkat dunia. Maka jangan sampai, Indonesia yang terdiri dari berbagai daerah hanya dinilai negatif seluruhnya karena tawuran antar warga di Jakarta yang sering terulang. Selain itu, Jakarta menjadi pintu masuk bisnis dan investasi Indonesia, bila sudah mengancam roda perekonomian akan memberikan dampak luas pada perekonomian seluruhya. Alhasil yang dirugikan tidak hanya warga Jakarta, tetapi masyarakat seluruhnya.

Kini tidak ada tawaran lagi, untuk segera menghentikan berbagai bentuk tawuran dan menindak tegas pada provokator. Poin pentingnya lainnya adalah menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat secara tuntas dan tidak parsial.

BERITA TERKAIT

Perlunya Daftar Hitam Asuransi Cegah “Fraud” - INISIATIF PELAKU INDUSTRI ASURANSI NASIONAL

Jakarta-Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) berencana menerbitkan daftar hitam nasabah untuk mengurangi kecurangan (fraud) dalam praktik usaha perasuransian. Ini mirip…

LSM Bentar Dukung OTT Cegah Kejahatan Korupsi

LSM Bentar Dukung OTT Cegah Kejahatan Korupsi NERACA Lebak - Lembaga Swadaya Masyarakat Benteng Aliansi Rakyat (LSM-Bentar) Provinsi Banten mendukung…

Petani RI Mesti Tambah Luas Tanam Hingga Satu Juta Hektare - Cegah Paceklik

NERACA Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin tahun ini memasuki November sampai Januari 2018 tidak mengalami musim paceklik…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Kerja Konkret Jokowi Membangun Papua

  Oleh : Dodik Prasetyo, Pemerhati Ekonomi Pembangunan LSISI Selama 72 tahun Indonesia merdeka pada akhirnya masyarakat Papua dapat menikmati…

Memberi Pelayanan, Bukan Menjadi Pelayan

Oleh: Teddy Ferdian, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak Ketika mendatangi suatu rumah makan, kita akan disambut dengan ucapan selamat datang dari penerima…

Tujuh Hasil Kerja Nyata 3 Tahun di Era Jokowi

  Oleh: Dhita Karuniawati, Mahasiswa IAIN Kendari Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan memasuki periode…