free hit counter

Kue Rambut: Cita Rasa Flores

Sabtu, 21/12/2013

Berwisata memang tidak lengkap rasanya bila tidak mencicipi sajian kuliner khas masyarakat sekitar. Kuliner yang satu ini berasal dari Lamaholot, sebutan lain bagi daerah Flores Timur, Solor, Adonara dan Lembata. Jawada atau yang lazim disebut kue rambut atau bolo kekera merupakan makanan khas jenis kue asal Lamaholot yang terkenal selain jagung titi, tuak putih dan rumpu rampe.

Jawada atau kue rambut ini biasa dihidangkan pada acara-acara resmi kenegaraan maupun upacara adat serta keagamaan. Kuliner jenis ini sangat diminati masyarakat Lamaholot lantaran cita rasanya yang khas dan tetap awet dalam jangka waktu yang lama.

Kue rambut ini sendiri memiliki banyak sekali penggemar dan peminatnya. Kita pun dapat memesannya kue ini. Biasanya dijual langsung kepada pembeli atau kepada pelanggan. Pada umumnya pembeli memesan terlebih dahulu karena proses pembuatannya yang agak rumit dan membutuhkan waktu yang lama.

Sementara itu untuk bahan dasar pembuat kue rambut atau jawada tidak sulit untuk diperoleh karena semua bahan tersebut tersedia di pasaran. Seperti tepung beras, kanji, santan kelapa dan gula. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur atau diaduk sedemikian rupa hingga terasa kental. Alat yang digunakan pun terbilang sederhana yakni batok tempurung kelapa yang dilubangi dengan beberapa lubang berukuran kecil seperti berbentuk sendok kua.

Proses pembuatanya pun terbilang mudah. Tempayan atau kwali diisi minyak goreng secukupnya lalu dipanaskan di atas kompor atau tunggku api. Setelah panas, cairan tepung dituangkan ke dalam tempurung lalu dikocok-kocok hingga menetes ke dalam tempayan. Waktu yang dibutuhkan tergolong singkat hanya sekitar 3 menit lamanya. Kue jawada dapat dibuat dalam berbagai tipe atau bentuk tergantung selera pembuat.

Jawada atau kue rambut terasa gurih dan enak bila dicicipi. Agar tetap awet dan gurih, biasanya jawada disimpan di dalamtoplesatau tempayan lalu ditutup rapih agar terhindar dari udara dingin, lembab atau terjadi penguapan yang berlebihan. Biasanya jawada disimpan di tempat yang kering dengan suhu yang panas agar menjaga aroma tetap gurih.