Salurkan Rp 500 Juta Untuk Usaha Produktif - BAZ Kabupaten Kuningan

Kuningan – Pengembangan enterprenurship di Kabupaten Kuningan tidak sekedar gencar dicanangkan oleh perguruan tinggi saja, namun Badan Amil Zakat (BAZ) pun nampaknya ikut andil dalam program pengembangannya melalui penyaluran bantuan bergulir untuk usaha produktif.

“Saya punya keinginan untuk memberdayakan masyarakat. Selain Kita wajib menyalurkan zakat kepada masyarakat yang berhak, Kita juga berkewajiban untuk memberdayakan mereka dari sisi ekonominya, dan BAZ Kuningan siap memfasilitasinya,” papar Ketua BAZ, Uba Subari kepada Harian Ekonomi Neraca, Senin (16/12).

Diakui Uba, untuk memfasilitasi pemberdayaan usaha produktif, terutama mencetak sebuah usaha percontohan itu tidak mudah. Diperlukan sinergitas dari semua komponen. Jika BAZ yang hanya menggelontorkan permodalan, tapi tidak dijalani serius dan dukungan penuh dari pelaku (pesantren misalnya) dan Pemkab Kuningan, maka akan sulit terwujud.

Dalam program kepemimpinan Uba saat ini, ia menginginkan adanya sebuah lembaga keagamaan menjadi pusat percontohan ekonomi. “Misalnya sebuah pesantren memiliki usaha sendiri. Dimana usaha itu semua pelakunya adalah santri, santri itu terus dibekali sehingga menjadi sebuah usaha yang maju. Maka dalam hal ini, santri itu selain mapan dari sisi agamanya, dia pun mapan dari sisi ekonominya,” paparnya.

Kendati itu adalah target entah berapa tahun ke depan, setidaknya sekarang BAZ telah mulai merealisasikan program dana bergulir kepada pedagang di pasar tradisional atau pedagang asongan, dan sudah tersalurkan sebesar Rp 500 juta di tahun 2013. “Kemacetan pasti ada, tapi Kita terus mengawasi dan memperketat dana bergulir itu, karena jika dana bergulir itu tidak lancar, maka akan menghambat produktifitas pelaku usaha kecil lainnya, dan Alhamdulillah tingkat kemacetannya tidak terlalu tinggi,” katanya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat muslim yang telah mencapai nisabnya untuk berzakat mal, maka salurkan zakatnya kepada lembaga resmi, yaitu BAZ. Karena melalui penyaluran zakat di BAZ tidak sekedar membantu masyarakat yang berhak, namun ikut meningkatkan program pemrintah melalui pemberdayaan usaha produktif. Ia juga mengakui tingkat kepercayaan masyarakat kepada BAZ perlu ditingkatkan.

Selain menargetkan program unggulan usaha produktif, pemberian bantuan fisik untuk sarana keagamaan pun terus ditingkatkan, dan setiap tahun BAZ selalu mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 juta untuk membangun sarana ibadah perkecamatan. Juga memberikan stimulan kepada para takmil masjid, guru TPA dan guru MD sebesar Rp 1 juta perdesa. “Itu sudah anggaran rutin, dan jika anggarannya meningkat maka akan ditingkatkan pula dana stimulannya,” tambahnya.

Related posts