Indofood Kuasai Saham Roxas Holding

NERACA

Jakarta- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melalui anak usahanya, Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri) membentuk entitas patungan, FP Natural Resources Ltd (FPNRL). Pembentukan entitas patungan tersebut dilakukan dengan First Pasific Company Ltd melalui investasi saham di Roxas Holding Inc, yang merupakan perusahaan gula terintegrasi terbesar di Filipina.“IndoAgri dan First Pasific Company Ltd mendirikan entitas patungan untuk melakukan investasi saham sebanyak 34% di Roxas Holding Inc,” kata Direktur Eksekutif IndoAgri, Mark Wakeford di Jakarta, Senin (16/12)

Tujuan pembentukan entitas patungan ini, menurut dia, untuk melakukan investasi di perusahaan gula terintegrasi terbesar di Filipina. Dalam pembentukan entitas patungan ini, First Pasific Company Ltd dan IndoAgri masing-masing memiliki saham sebesar 70% dan 30%. Dari 30% keseluruhan saham yang dikeluarkan oleh FPNRL untuk IndoAgri diperkirakan bernilai US$17.400.000. Setelah dituntaskannya investasi ini, FPNRL menjadi entitas asosiasi IndoAgri dengan kepemilikan saham sebesar 30%.

Asal tahu saja, IndoAgri merupakan anak perusahaan INDF yang sahamnya tercatat di Bursa Singapura. Sementara First Pasific Company Ltd merupakan pemegang saham mayoritas INDF sekaligus pemegang saham pengendali IndoAgri. Nilai investasi saham di Roxas sebelumnya dikatakan mencapai US$57,3 juta. Sementara IndoAgri akan memiliki sekitar 30% dari keseluruhan saham yang dikeluarkan First Pasific Company Ltd dengan nilai mencapai US$14,4 juta.

Selain pembentukan entitas patungan tersebut, melalui anak usahanya Indofood Agri Resources Ltd, perseroan mengaku telah menyelesaikan akuisisi grup CMAA pada 25 Juni 2013. Indofood Agri Resources Ltd telah membeli grup Comphania Mineira de Acucar e alcool Participacoes (CMAA) dan entitas anaknya sekitar US$66,6 juta. Dengan akuisisi ini, grup CMAA telah menjadi entitas patungan perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 50%.

Sementara untuk meningkatkan kinerjanya ke depan, perseroan akan mengembangkan bisnis perkebunan sawit baru dan bangun pabrik susu. Untuk pengembangan kebun sawit baru dibutuhkan dana investasi sebesar US$ 250 juta dan US$ 130 juta untuk bangun pabrik susu, “Kebutuhan investasi tahun depan, untuk agro US$ 250 juta,” kata Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Werianty Setiawan.

Kebutuhan dana usaha agrobisnis tersebut, menurut dia, dijalankan oleh anak usaha perseroan, PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Indonesia Tbk. Pengembangan usaha berupa pembibitan kelapa sawit, pemuliaan, penyulingan, branding, dan shorting. Selain sawit perseroan juga mengembangkan perkebunan karet, tebu, kakao dan teh. (lia)

Related posts