Festival Film Indonesia 2013 - “Bersama Kita Bisa Majukan Film Indonesia”

Festival Film Indonesia (FFI) kembali digelar untuk ke-33 kalinya. Bertempat di Semarang, Jawa Tengah, Festival Film Indonesia (FFI) menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan sejumlah insan juga tokoh perfilman Indonesia yang turut menyemarakkan perhelatan akbar insan film ini. Pada penyelenggaraan FFI kali ini penghargaan diberikan untuk 6 jenis kompetisi, yakni Film Cerita Bioskop, Film Televisi, Film Pendek, Film Dokumenter Pendek, Film Dokumenter Panjang, dan untuk pertama kalinya Film Animasi Pendek.

Khusus untuk film bioskop, telah disediakan 15 penghargaan Piala Citra dan ditambah dengan 1 penghargaan khusus dari dewan juri. Mari Pangestu juga menyambut baik komitmen dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap kegiatan FFI. Apalagi pada tahun 1980, atau 33 tahun lalu, kota Semarang juga pernah menjadi tuan rumah FFI. Memang sejarah FFI adalah untuk dilakukan di daerah secara bergilir agar masyarakat daerah juga dapat apresiasi film Indonesia.

Penyelenggaraan FFI juga bernilai penting karena berdampak positif pada perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ajang seperti FFI mampu meningkatkan jumlah kunjungan ke daerah yang menjadi tuan rumah dan lebih jauh lagi mampu meningkatkan citra daerah tersebut sebagai destinasi wisata yang berkualitas dan berdaya saing. Diharapkan juga bahwa daerah juga dapat menjadi menarik untuk lokasi pembuatan film dan jika film tersebut berhasil, daya tarik wisata juga akan meningkat.

Tema yang diusung pada FFI 2013 yakni “Bersama Kita Bisa Majukan Film Indonesia” tercermin dari kebersamaan antar berbagai orang kreatif film Indonesia dan masyarakat yang menyaksikan. Kegiatan FFI 2013 juga ditandai dengan roadshow ke kota Purbalingga, Solo, Salatiga, Jepara, Yogyakarta, Banyumas, dan Semarang. Roadshow ditujukan untuk mengajak masyarakat mencintai film Indonesia sekaligus menambah wawasan mereka mengenai sejarah film Indonesia dan FFI. Langkah ini diharapkan mampu memicu ide dan kreativitas masyarakat di daerah agar suatu hari mampu menjadi bagian dari orang perfilman dengan membuat film berkualitas yang berciri khas negeri Indonesia.

Tahun ini sebanyak 53 judul film bioskop, 80 judul film dokumenter pendek, 21 judul film dokumenter panjang, 119 judul film pendek, 75 judul film televisi, dan 93 judul film animasi pendek akan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di ajang FFI 2013. Jumlah film bioskop yang ikut diseleksi tahun ini lebih besar dibandingkan tahun 2012 dan 2011 yang masing-masing sebanyak 45 dan 41. Pada FFI kali ini pula untuk pertama kalinya diberikan penghargaan tertinggi untuk film animasi.

Produksi film nasional tahun 2013 mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Hingga 3 November 2013, tercatat jumlah produksi telah mencapai 98 film, dibandingkan tahun 2012 sebanyak 92 film. Sebagai salah satu dari 15 subsektor ekonomi kreatif, angka sementara tahun 2013 menunjukkan bahwa kontribusi PDB subsektor film, video, dan fotografi mencapai Rp8,4 triliun. Secara keseluruhan, kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia mencapai Rp641,8 triliun.

Related posts