Perkuat Bisnis, WIKA Beton Gandeng Krakatau Steel - Targetkan Produksi 50 Ribu Ton

NERACA

Jakarta – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bersama PT Wijaya Karya Beton dan PT Krakatau Engineering, yang merupakan anak usaha dari PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membentuk perusahaan patungan (joint venture) senilai Rp225 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (16/12).

Nantinya perusahaan patungan tersebut yang bergerak di bidang produksi beton pracetak akan memulai produksinya pada Agustus 2014 nanti, “Saat ini masih dimulai dengan persiapan lahan dan kemungkinan besar Januari mulai kerja, Maret kontruksi, jadi Agustus sudah mulai berproduksi," kata Direktur Utama Wika Beton Wilfred Singkali di Jakarta, Senin, (16/12).

Dia menuturkan, perusahaan yang rencana akan berdiri di Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon di lahan seluas 3 hektar. Nantinya, perusahaan patungan tersebut ditargetkan bisa memberi konstribusi sebesar Rp100 milliar dengan kapasitas produksi awal sekitar 50 ribu ton.

Menurutnya, pabrik ini merupakan pabrik ke sepuluh WIKA Beton. Sebelumnya perusahaan ini telah memiliki delapan pabrik dengan kapasitas dua juta ton per tahun dan satu pabrik yang dibangun bersama dengan PT Kobe. Tercatat hingga kesuluruhan total aset WIKA Beton mencapai Rp 2,6 triliun.

Sebagai informasi, perusahaan patungan ini didirikan dengan modal dasar sebesar Rp175 milliar dan modal disetor sebesar Rp50 Milliar dengan komposisi PT Wijaya Karya Beton sebesar 60%, PT Krakatau Engineering sebesar 30%, dan PT Wijaya Karya (Persero) sebesar 10%.

Dalam kerjasama ini, masing-masing melakukan terobosan untuk memperbesar peluang pasarnya di bidang produk beton pracetak. Tujuan kerjasama ini adalah untuk memproduksi, mengembangkan dan memasarkan produk tiang pancang dan produk saluran air, terutama untuk memenuhi kebutuhan proyek-II pembangunan khususnya di area Cilegon.

Pihak WIKA menyebutkan, jangka waktu pembangunan pabrik diperkirakan akan memakan waktu sekitar sembilan bulan dan akan melalui proses persiapan, engineering, pekerjaan civil, erection dan instalasi serta testing and commisioning hingga siap berproduksi.

PT Wijaya Karya Beton bersama-sama PT Krakatau Engineering (KE) pada 21 November 2013 telah menandatangani nota kesepahaman dan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama usaha patungan oleh tiga perusahaan dengan bergabungnya WIKA pada tanggal 9 Desember 2013.

Sementara itu, WIKA sendiri menyebutkan realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) diperkirakan mencapai Rp 480 miliar hingga akhir tahun 2013. Jumlah ini merupakan total nilai belanja modal dari induk dan anak perusahaan.“Realisasi belanja modal diperkirakan Rp480 miliar, yang sedang digarap kami seperti dari pelabuhan di Belawan yang bekerja sama dengan Pelindo I”, kata Direktur WIKA Ganda Kusuma.

Pada tahun ini pihaknya menargetkan akan memperoleh total kontrak dihadapi sebesar Rp38,87 triliun atau naik sebesar 21,15% dari realisasi pada tahun sebelumnya. Perolehan kontrak tersebut yang dihadapi termasuk carry over tahun 2012 mencapai Rp 18,2 triliun.

Pada komposisi perolehan kontrak baru untuk tahun 2013, menurut Ganda masih akan tetap didominasi oleh induk perusahaan dengan komposisi terhadap anak perusahaan sebesar 60% dan 40%. Sementara target penjualan tahun 2013 di luar proyek-proyek kerjasama sebesar Rp11,86 triliun atau naik sebesar 20,8% terhadap realisasi tahun 2012.

Wika Beton rencananya akan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada Maret 2014 nanti. Disebutkan bahwa IPO Wika beton sedang diproses dan paling lambat Maret 2014 dapat melantai di bursa saham.“Wika Beton terus meningkatkan pertumbuhan bisnisnya, terlihat dari rencana pembangunan sebuah pabrik di Sumatera. Mereka akan bangun pabrik di Lampung dan sekarang sedang kerjasama dengan Krakatau Steel”, ungkapnya. (nurul)

Related posts