PT Pos Indonesia Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun - Danai Akuisisi PT Pos Logistik

NERACA

Jakarta – Guna memuluskan ekspansi bisnis anak usahanya, PT Pos Indonesia berencana mencari sumber pendanaan dari penerbitan obligasi di tahun 2015. Perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun untuk mendanai akuisisi PT Pos Logistik terhadap perusahaan di bisnis yang sama.

Kata Direktur Utama PT Pos Indonesia, Budi Setiawan, penerbitan obligasi akan dilakukan pada tahun 2015 untuk mendanai akuisisi PT Pos Logikstik Indonesia senilai Rp 75 miliar, “Nantinya dana hasil penerbitan obligasi tidak hanya untuk mendanai akuisisi, tetapi juga perkuat jaringan, belanja modal dan termasuk suntikan dana anak usaha di properti”, ujarnya di Jakarta, Senin (16/12).

Menurutnya, alasan dipilihnya penerbitan obligasi karena hal ini pendanaan jangka panjang dan juga dinilai lebih aman. Namun sayangnya, dirinya belum mau menjelaskan lebih jauh soal rencana penerbitan obligasi tersebut karena belum mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.

Selain mendanai akuisisi anak usahanya, PT Pos Indonesia juga berencana menyutik modal atau penyertaan modal awal kepada anak usahanya di bidang properti sebesar Rp 100 miliar untuk pembangunan dua hotel di Bandung, “Pekan ini izin usaha di bidang properti bakal keluar, karena itu perseroan akan menyertakan modal awal sebesar Rp 100 miliar”,ungkap Budi.

Dia menambahkan, rencananya pembangunan hotel di Bandung bakal beroperasi di tahun 2015 dan diharapkan bisa memberikan kontribusi pendapatan konsolidasi yang signifikan terhadap PT Pos Indonesia. Asal tahu saja, selama ini pendapatan PT Pos Indonesia yang terbesar masih dari surat sebesar 45%, jasa keuangan dan ritel 41%, dari Parcel 9% dan sisanya PT Pos Logistik.

Kata Budi, tahun depan perseroan tidak menargetkan pendapatan tumbuh secara agresif, tetap lebih konservatif diangka sebesar 15% untuk pendapatan dan laba, “Kita targetkan pertumbuhan lebih rendah karena kondisi perekonomian tahun depan yang diprediksi bakal melambat”,ujarnya.

Kendatipun demikian, perseroan optimis ditahun 2015 nanti, target pendapatan perseroan bisa tumbuh empat kali lipat dibandingkan tahun 2013 dan penjualan bisa tumbuh sebesar Rp 1 triliun di 2017. Sementara PT Pos Logistik Indonesia di tahun depan menargetkan pendapatan sebesar Rp 300 miliar seiring dengan meraihnya tiga sertifikasi berstandar internasional (ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007) menjelang tutup tahun ini, “Setidaknya ada dampak ke brand PT Pos Logistik dengan tiga ISO. Sejak awal tahun 2011, revenue kita memang kecil. Tetapi terus tumbuh positif di 2012 dan tahun ini. Sehingga tahun depan kita berharap meraih pendapatan Rp300 miliar,”kata Direktur Utama PT Pos Logistik Indonesia, Febriyanto.

Kontribusi Pendapatan

Memang, jika dilihat secara konsolidasi, sumbangan pendapatan perseroan ke induk usaha, PT Pos Indonesia (Posindo), masih kecil. Pasalnya, jika melihat target revenue PT Posindo yang sebesar Rp4,3 triliun di 2014, maka sumbangan pendapatan PT Pos Logistik yang sebesar Rp300 miliar baru mewakili 7-8% dari target pendapatan induk usaha.

Febriyanto menguraikan, di 2013 perseroan mentargetkan pendapatan sebesar Rp205 miliar. Hingga November, realisasi pendapatan sudah mencapai Rp186 miliar. "Dengan sisa sebulan, kami optimis target 2013 tercapai," katanya.

Namun dari sisi laba, dia mengungkapkan ada peningkatan melampaui 100% dari target 2013. "Tahun ini kita targetkan laba sebesar Rp11 miliar, tetapi realisasinya Rp6 miliar. Di tahun depan laba kita targetkan meningkat Rp24 miliar," ujarnya.

Pertumbuhan target tersebut, menurut Febriyanto, akan diikuti dengan perbaikan layanan oleh perseroan. Terutama dengan suntikan modal senilai Rp75 miliar yang diperoleh perseroan dari induk usaha di akhir tahun ini. Sebagai informasi, saat ini PT Pos Logistik Indonesia melayani setidaknya 40 pelanggan korporat. Rata-rata korporat besar. Sebut saja PT Unilever Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan tentu saja PT Pos Indonesia selaku induk usahanya."Semua pelanggan kita dilayani dengan durasi kontrak jangka panjang," kata dia. (bani)

Related posts