Produksi Udang Vaname di Gorontalo Menggeliat

Perikanan Budidaya

Selasa, 17/12/2013

NERACA

Gorontalo – Industrialisasi Kelautan dan Perikanan yang diluncurkan Menteri Kelautan dan Perikanan pada awal tahun 2012 kini dinilai mulai menampakkan hasilnya. Revitalisasi tambak udang untuk mendorong produksi udang nasional dan membangkitkan kembali tambak-tambak udang yang mangkrak di Tanah Air untuk mendorong percepatan industrialisasi udang telah dilakukan di berbagai kawasan tambak udang di tanah air. Sampai tahun 2013 telah dilakukan rehabilitasi saluran di berbagai kawasan tambak udang disertai dengan pembuatan tambak percontohan (demfarm) di 32 Kabupaten yang berada di tujuh propinsi, yang meliputi Propinsi Banten, jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, dan Lampung.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Produksi Kertas Naik 6%

“Dampak dari perbaikan infrastruktur dan demfarm udang mulai nampak dengan adanya pertambahan luasan tambak khususnya di kantong-kantong produksi udang, hal ini juga dipicu oleh karena semangat para pembudidaya tambak oleh karena semakin dikuasainya teknologi budidaya udang berbasis CBIB (cara budidaya ikan yang baik) sehingga Indonesia terbebas dari penyakit early mortality sindrom (EMS), dan permintaan udang serta harga udang yang terus naik,” tegas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto di sela-sela panen raya udang vaname nusantara 1 di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pahuwato, Propinsi Gotontalo, seperti dilansir dalam keterangan resmi yang dikutip Neraca, Senin.

Baca juga: Produksi Karang Hias Mesti Mulai Beralih ke Budidaya

Slamet mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada para pembudidaya tambak yang telah membudidayakan udang vaname dengan baik, karena usaha ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Para pembudidaya perlu terus diedukasi dengan sedikit demi sedikit mengenal tahapan teknologi dalam berbudidaya udang, mulai dari cara budidaya dengan sistem tradisional, tradisional plus, semi intensif hingga intensif dengan memperhatikan lingkungan dan menerapkan cara budidaya ikan yang baik (CBIB). Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kerja keras dan pembinaan dan bimbingan dari pemerintah secara terus menerus,” tambah Slamet.

Baca juga: Pemerintah Siap Produksi Massal Pesawat R-80

Mulai Tertarik

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Gorontalo, Sutrisno, menjelaskan, masyarakat pembudidaya tambak bandeng Pahuwato dan Gorontalo pada umumnya belum lama mengenal cara berbudidaya udang vaname. “Hal ini berkat bimbingan dan bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) - KKP dan Dinas KP kabupaten dan propinsi Gorontalo, kini masyarakat Pahuwato mulai menebar udang vaname,” jelas dia.

Menurut Sutrisno, berawal dari pemerintah pusat pernah membantu benur vaname Nusantara 1 sejumlah satu juta ekor dan telah kami distribusikan kepada kelompok pembudidaya tambak , dan belum lama dinas KP Propinsi juga memberi bantuan benur untuk kelompok yang lainnya disertai bimbingan teknis dan berhasil panen. “Sejak itulah masyarakat jatuh cinta kepada usaha budidaya udang vaname,” ungkap Sutrisno.

Baca juga: Jangan Cuma Produksi Beras, Kedelai Juga Butuh Perhatian

Kini pembudidaya tambak bandeng di samping masih membudidayakan bandeng juga membudidayakan udang vaname dengan teknologi yang masih sederhana. “Kami mendengar keberhasilan tambak udang vaname di berbagai daerah, kami ingin mencontoh keberhasilan itu dapat diterapkan di kelompok kami. Karena harganya katanya sedang bagus dan teknologinya bisa dipelajari,” kata Jaenuddin Saleh ketua Kelompok Vaname Jaya.

Dia mengakui, kelompok pembudidaya tambak bandeng sangat bersyukur dengan adanya program bantuan dari pemerintah, dan bimbingan cara berbudidaya udang vaname sehingga yang tadinya hanya menebar bandeng seadanya saja kini bisa panen udang vaname satu ton perhektar selama 45 hari dengan size 90. “Pengelolaan budidaya udang dilakukan dengan system tradisional plus dengan sedikit pemberian pakan, kepadatan benur yang ditebar masih rendah antara 6-10 ekor/m2,” sambung Jaenuddin.

Baca juga: Menperin Ingin Tambah Produksi Komponen Lokal

Berdasarkan penuturan dari Bambang penanggungjawab pabrik pengolah ikan di Gorontalo PT. Sinar Ponula Deheto menyatakan bahwa usaha budidaya udang vaname di Gorontalo baru-baru ini saja berkembang. “Kami sangat bersyukur dengan adanya komoditas udang ini, kami dapat mengoperasionalkan kembali pabrik ini untuk menampung udang masyarakat. Kini baru mencapai 4-5 ton perhari, sedangkan kapasitas pabrik kami bisa 20 ton perhari. Kami yakin KKP dan pemerintah daerah akan terus mendukung untuk meningkatkan bahan baku udang vaname di Gorontalo yang baru-baru ini mulai berkembang.

Baca juga: Indonesia Jadi Basis Produksi Otomotif Orientasi Ekspor

Selain itu Dirjen Perikanan Budidaya juga menyampaikan paket-paket bantuan kepada para pembudidaya di Kabupaten Pohuwato. Bantuan tersebut diantaranya bantuan benih udang vaname sebanyak 200.000 ekor kepada kelompok Vaname Jaya, dan Bantuan benih kerapu tikus sebanyak 2.000 ekor kepada kelompok Bitila Indah.

Bantuan lainnya berupa PUMP Perikanan Budidaya untuk 8 kelompok pembudidaya di Kabupaten Pohuwato dengan total nilai Rp. 520.000.000. Kemudian pada acara tersebut diserahkan 25 Sertifikat CBIB untuk Kabupaten Boalemo dan Pohuwato.

Baca juga: Benih Bandeng Berkualitas Dukung Peningkatan Produksi