Saatnya Bisnis Percetakan Raup Untung - Akhir Tahun

Sudah sangat lazim jika momen pergantian tahun banyak dimanfaatkan banyak kalangan untuk mendulang rezeki.Tak terkecuali pengusaha percetakan, bisanya mereka kebanjiran order saat pergantian tahun, baik itu untuk pesanan kalender, kartu ucapan tahun baru dan lain sebagainya.

NERACA

Banjir orderan, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan bisnis percetakan jelang akhir tahun. Maklum saja, momen akhir tahun berbarengan dengan perayaan hari besar keagamaan lainnya yaitu hari Natal. Sontak, bukan hanya permintaan kalender saja yang meningkat, permintaan macam-macam kartu ucapan pun meningkat.

“Saya punya banyak kenalan anggota DPRD DKI Jakarta, dan biasanya mereka meminta dibuatkan kalender dan kartu ucapan tahun natal dan tahun baru kepada saya jelang pergantian tahun,” sebut pria bernama bang Encoy yang mengaku telah menggarap bisnis ini dalam lima tahun belakangan.

Memang, kata bang Encoy, usaha yang dilakukannya ini hanya terbatas pada orang-orang dekatnya saja. Karena dia tidak memiliki mesin cetak dan peralatan cetak lengkap lainnya. Dengan kata lain, orang seperti bang Encoy ini hanya mencari untung dari order yang ia beri ke perusahaan percetakan.

“Saya tidak punya mesin cetak, makanya saya hitung-hitung terlebih dahulu agar harga yang saya tetapkan memberi keuntungan kepada saya. Tapi, suatu saat nanti kalau ada uangnya saya akan buka bisnis percetakan dengan mesin lengkap, tak hanya mengambil order percetakan saja,” kata dia.

Maklum, untuk membeli mesin cetak pemilik usaha harus mengeluarkan dana ratusan juta rupiah. Jadi tentu saja, tak semua orang dapat memiliki usaha percetakan dengan mesin lengkap dan canggih.

“Untuk mesin cetak saja harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah, belum lagi mesin lainnya, mesin lem panas, mesin dop n glosy tentu saja jika ingin membuka usaha ini pemiliki usaha harus memiliki modal yang cukup banyak,” kata dia lagi.

Meskipun modal yang dikeluarkan cukup besar, keuntungan usaha pun sangat besar atau sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Intinya, usaha ini sangat menghasilkan bagi pelakunya. Dan tentu saja, keuntungan usaha percetakan seperti ini lebih memberi keuntungan daripada pencari order cetakan.

Apalagi di jelang akhir tahun seperti saat ini. Terlihat banyak usaha percetakan di berbagai daerah memiliki pesanan cukup banyak. “Peningkatan pesanan ketika akhir tahun memang terus terjadi dari tahun ke tahun. Biasanya pesanan berupa kalender dinding, kalender meja, kartu ucapan dan sepanduk,” kata Ina, salah seorang sekretaris perusahaan percetakan di bilangan Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Ya, apalagi datangnya tahun baru berdekatan dengan perayaan Natal, sehingga permintaan untuk membuat kartu ucapan, baliho dan spanduk meningkat tajam. Ini dikarenakan rata-rata orang memasang spanduk maupun baliho ingin ucapan Natal dan Tahun Baru.

Menurut Ina, setiap hari ada peningkatan 20-30 pelanggan baru yang datang untuk memesan dan mencetak di perusahaannya. “Belakangan pelanggan baru mulai bertambah, ya sekitar 20 atau 30 orang lah,” jelas dia.

Dengan demikian tak salah jika usaha ini begitu diminati di akhir tahun. Tak hanya untuk usaha percetakan skala besar, pencari order percetakan pun, yang sebagian besar hanya ingin memperoleh tambahan penghasilan banjir pesanan. “Kalau orang seperti kita sih (pencari order) tanpa risiko, kalau ada pesanan ya kita kerjakan kalau tidak ada ya kita bekerja untuk pekerjaan utama kita,” tegas Bang Encoy.

BERITA TERKAIT

Astra Property Groundbreaking Arumaya - Targetkan Serah Terima Tahun 2022

NERACA Jakarta - Dua developer ternama, yakni Astra Property dan Hongkong Land melaksanakan groundbreaking ceremony pembangunan Arumaya, sebuah hunian eksklusif…

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara NERACA Jakarta - Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli dituntut 8 tahun penjara ditambah…

Perdana Karya Raup Untung Rp 24,70 Miliar

NERACA Jakarta – Perusahaan konstruksi, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) membukukan laba bersih hingga kuartal III-2018 sebesar Rp 24,70 juta.…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…