UMK Palangkaraya Rp1,84 Juta di 2014

NERACA

Palangkaraya - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menetapkan Upah Minimum Kota pada awal 2014 menjadi Rp1.843.664. "Untuk Upah Minumum Kota (UMK) 2014 kenaikan hanya sebesar 10 persen menjadi Rp1.843.664 dari UMK 2013 Rp1.676.058," kata Kepala Disnakertrans Palangkaraya, Said Sulaiman, melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Disnakertrans, Nelson Gohong saat dikonfirmasi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pekan lalu.

Kenaikan tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Nomor 188.44/949/2013 tentang UMK/Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK). Nelson mengatakan, untuk perusahaan yang ada di Palangkaraya untuk merealisasikan pembayaran gaji minimal berpatokan pada UMK/UMSK yang efektif mulai diberlakukan pada 1 Januari 2014.

Dalam waktu dekat pihak Disnakertrans Palangkaraya segera membuat surat edaran dan dikirim ke seluruh perusahaan yang beroperasi di darah tersebut untuk menerapkan UMK/UMSK pada awal Januari 2014, apalagi surat keputusan Gubernur Kalteng tentang UMK/UMSK sudah terbit.

Pihaknya berharap dengan adanya kenaikan UMK tersebut perusahaan-perusahaan yang masih beroperasi di daerah Palangkaraya bisa mentaati peraturan dengan membayar gaji karyawan menimal sesuai UMK/UMSK.

Kenaikan UMK/UMSK 2014 tersebut berdasarkan pertimbangan survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Palangkaraya yang secara garis besar terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok di beberapa wilayah.

Sementara itu, untuk UMSK Palangkaraya pada 2013 lalu di sektor pertanian, kehutanan, perburuan, perikanan, perkebunan dan hutan tanam industri (HTI) dan industri pengolahan sebesar Rp1.745.894 naik menjadi Rp1.920.483.

Selanjutnya, di sektor bangunan, pertambangan dan penggalian Rp1.815.732 menjadi Rp1.997.305. Sedangkan untuk sektor jasa, listrik, gas dan air sebesar Rp1.745.894 menjadi Rp1.920.483.

Menurut Nelson, kenaikan UMK/UMSK tersebut telah disepakati oleh semua perusahaan yang ada di Palangkaraya. Serta upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dalam memajukan kesejahteraan masyarakat dan guna mendorong peningkatan peranserta pekerja dalam pelaksanaan proses produksi melalui mekanisme penetapan upah minimum. Sehingga dituntut dengan peningkatan kualitas kerja karyawan yang ada di perusahaan. [ant]

BERITA TERKAIT

Gelontorkan Investasi US$ 30 Juta - Darma Henwa Targetkan Produksi 17 Juta Ton

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) fokus untuk meningkatkan produksi di tengah beratnya tantangan di industri…

Didistribusikan, 20 Juta Ayam-Itik Ke 400 Keluarga Miskin

NERACA Jakarta – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian pada tahun 2019 ini kembali memfokuskan upaya pengentasan kemiskinan…

PTBA Targetkan Penjualan Ekspor 12 Juta Ton

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menggenjot pertumbuhan pendapatan dari penjualan ekspor batu bara.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…