Kredit UMKM Naik 11,44% - Medan, Sumatera Utara

NERACA

Medan - Bank Indonesia Wilayah IX Aceh dan Medan, mengungkapkan kredit perbankan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Bagian Utara selama 2013 naik 11,44% dibanding 2012 menjadi Rp45,9 triliun. "Kenaikan kredit UMKM dibanding realisasi tahun lalu menunjukkan kepedulian perbankan meningkat dan potensi UMKM itu masih cukup besar," kata Kepala Perwakilan BI Wilayah IX Aceh dan Medan, Hari Utomo di Medan, Sumatera Utara, Minggu (15/12) pekan lalu.

Menurut dia, meningkatnya kredit UMKM itu membuat pangsa kredit sektor tersebut bertambah besar dari total kredit perbankan di Sumatera bagian utara atau sekitar 26,8%.

"BI terus mendorong perbankan untuk lebih serius menggarap pasar UMKM yang sudah terbukti eksis dan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian," katanya.

BI juga berperan aktif memberdayakan UMKM seperti bantuan teknis untuk meningkatkan daya saing dengan memberikan pelatihan, pendampingan hingga pemberian bantuan peralatan.

Dari sisi penguatan kelembagaan bank, BI juga memberikan pelatihan kepada pegawai bank baik bank umum maupun bank perkreditan rakyat (BPR) untuk memudahkan akses perbankan kepada UMKM.

"Peningkatan penyaluran kredit ke UMKM menjadi salah satu program inklusi keuangan BI tahun 2014," katanya.

Hari mengakui BI memang sudah mengingatkan bank untuk mengevaluasi persetujuan tambahan kredit termasuk kredit baru di tahun 2014 menyusul banyak faktor yang dikhawatirkan menimbulkan risiko kredit macet, namun masih banyak pelaku UMKM yang belum tersentuh bank.

Wakil Ketua Umum bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif Kadin Sumatera Utara, Ichsan Taufiq menyebutkan UMKM di Sumut masih banyak yang belum tersentuh layanan perbankan. [ardi]

"Secara nyata memang jumlah UMKM yang bersentuhan dengan bank meningkat terus tapi belum maksimal, padahal potensinya cukup besar pada berbagai bidang," katanya.

Menurut dia, Kadin terus melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM agar usahnya berkesinambungan dengan produksi stabil dan berkualitas agar dapat masuk pasar ekspor," katanya.

BERITA TERKAIT

TARIF CUKAI ROKOK TIDAK NAIK

Pekerja melinting rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan alat linting di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (15/1). Pemerintah memutuskan tidak menaikkan…

Modal dan Teknologi Digital Jadi "Booster" UMKM

Oleh: Bayu Prasetyo Hujan deras mengguyur Jakarta pada Rabu (9/1) pagi sebelum Presiden Joko Widodo blusukan ke beberapa daerah di…

Investasi Tol Serang-Lebak Naik Jadi Rp6 Triliun

Investasi Tol Serang-Lebak Naik Jadi Rp6 Triliun NERACA Serang - Nilai investasi pembangunan Jalan tol Serang-Lebak di Banten naik dari…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

LPS Perkirakan BI Tahan Suku Bunga Di Awal 2019

NERACA Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate pada awal 2019 ini…

Regulator Terapkan Perhitungan Risiko Pasar Basel III Terbaru

  NERACA Jakarta - Regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadiri pertemuan para Gubernur Bank Sentral dan Pimpinan Otoritas Pengawas Sektor…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…