Industri Reksa Dana Bakal Tumbuh 12% - Proyeksi Investasi di 2014

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun depan menjadi tahun politik, tidak membuat pasar industri reksa dana berjalan lambat dan sebaliknya tetap optimis tumbuh positif. PT Infovesta Utama memproyeksikan kinerja rata-rata reksa dana saham berdasarkan imbal hasil (return) pada tahun politik masih tumbuh di atas reksa dana lainnya. Reksa dana berbasis saham berpotensi tumbuh sekitar 9-12%.

Analis riset PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri pada tahun depan masih akan mempengaruhi kinerja reksa dana, “Dari luar negeri, Sentimen yang diperkirakan berpotensi mempengaruhi kinerja reksa dana di tahun mendatang, antara lain kelanjutan pembahasan batas utang AS (US debt ceiling) di awal tahun 2014, kepastian mengenai pengurangan stimulus oleh the Fed dan rilis data indikator ekonomi global," kata dia Jakarta, kemarin.

Sementara sentimen dari dalam negeri, diantaranya indikator ekonomi domestik dan isu-isu politik terkait pemilihan umum (pemilu). Kata Vilia, kinerja reksa dana saham diproyeksikan akan tetap tumbuh pada tahun depan sekitar 9-12%. Angka itu di atas proyeksi kinerja reksa dana campuran sekitar 8-10% dan pendapatan tetap sekitar 6-7%.

Sementara kinerja reksa dana saham hingga bulan ke-11 tahun ini berdasarkan data Infovesta mencatat minus 3,79%, campuran minus 1,6% dan pendapatan tetap mencapai minus 5,46%. Negatifnya kinerja reksa dana hingga akhir bulan lalu, menurut Vilia, kekhawatiran pelaku pasar mengenai rencana pemangkasan stimulus moneter (tapering off) oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) yang terus berlanjut menjadi faktor pemberat laju bursa saham dan obligasi.

Kinerja rata-rata obligasi pemerintah pada periode yang sama juga tercatat minus 6,64%. Sedangkan kinerja rata-rata IHSG pada periode yang sama minus 1,4%. Dengan kinerja reksa dana hingga bulan ke-11 tahun ini yang minus, Vilia berpendapat, sulit bagi reksa dana untuk membukukan kinerja positif hingga penghujung tahun ini,”Meski ada potensi membaiknya kinerja reksa dana menjelang akhir tahun, namun dengan minimnya sentimen positif yang ada saat ini agak sulit untuk reksa dana mencatatkan kinerja positif di akhir tahun," ujar dia.

Menyikapi kondisi ini, Vilia menyarankan kepada kalangan investor untuk tetap fokus pada target investasinya. Namun untuk jangka pendek, dia menyarankan investor untuk mengombinasikan investasinya dengan produk investasi yang lebih tidak beresiko, seperti reksa dana pasar uang atau deposito,”Ini untuk mengurangi dampak fluktuasi bursa saham dan obligasi yang cukup tinggi serta tetap mencermati sentimen-sentimen pasar yang ada,"kata Vilia.

Sementara Chief Investment Officer Director of PT CIMB Principal Asset Management Fajar Hidayat pernah bilang, industri reksa dana di tahun 2014 diperkirakan masih akan tetap tumbuh. Dimana nilai kelolaan bakal tumbuh hingga 20%, mengingat performa IHSG sebagai indeks acuan reksa dana berbasis ekuitas tumbuh dalam kisaran level yang sama dalam jangka waktu 10 tahun hingga 15 tahun.

Perhitungan itu bisa jadi merepresentasikan kinerja aset dasar industri reksa dana di Indonesia yang masih dominan dipengaruhi oleh portofolio saham. Bayangkan, hampir separuh dari dana investor ditempatkan dan berwujud aset dasar ekuitas.“Namun, hingga kuartal pertama tahun depan, aset alokasi saham akan sedikit berpaling pada alternatif lainnya ke reksa dana campuran dan saham syariah karena asumsi volatilitas yang masih tinggi,” ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal… NERACA Jakarta - Sejumlah pengamat meyakini pilpres 2019 sangat membawa pengaruh pada kondisi…

Volume Penjualan SMCB Tumbuh 4,08%

Di kuartal pertama 2019, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 4,08%. Dalam data perseroan…

Konsumsi Pasar Global Meningkat - Penjualan Mark Dynamics Berpeluang Tumbuh

NERACA Deli Serdang – Permintaan sarun tangan karet global yang terus meningkat tiap tahunnya, menjadi berkah tersendiri bagi PT Mark…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…