Bisnis Pembiayaan Mikro PNM Tumbuh 35% Per Tahun - Kendari, Sulawesi Tenggara

NERACA

Kendari - Bisnis pembiayaan mikro PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami akselerasi cukup signifikan dalam empat tahun terakhir. Terhitung sejak beroperasi pada Februari 2010-November 2013, PNM Cabang Kendari telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp191,6 miliar kepada 3.711 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Dalam empat tahun terakhir rata-rata pertumbuhan pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) di Kendari sekitar 35% per tahun, dengan pertambahan jumlah debitur berkisar 40% per tahun,” kata Pemimpin PNM Cabang Kendari, Wisnandi Habang di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (15/12) pekan lalu.

“Kendati pembiayaan digenjot, kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menjaga rasio kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) berada di di level yang aman,” jelas dia. Rasio kredit bermasalah PNM Cabang Kendari pada November 2013 tercatat sebesar 1,79%, turun signifikan dibandingkan dengan posisi NPL (nonperforming loan) November 2012 yang sebesar 2,04%. Sampai dengan saat ini PNM Cabang Kendari telah membawahi 13 kantor UlaMM, yang dikelompokan ke dalam dua klaster, yakni Klaster Kendari dan Klaster Bau-Bau.

Sementara itu, Kepala Divisi Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM, Ibrahim Salim menuturkan PNM tidak hanya melihat UMKM sebagai pasar, tetapi juga aset bisnis yang harus ditingkatkan kapasitas usahanya. Karenanya, PNM secara regular aktif menyelenggarkaan kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha sebagai bentuk retensi kepada nasabah.

“Pelatihan dilakukan berjenjang, baik di tingkat unit atau ULaMM, Klaster atau gabungan beberapa unit, hingga cabang,” ujar dia.

Pelatihan Regular Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) ini dilaksanakan di Balai Desa Asembu, Kec. Buke Kabupaten Konawe Selatan. Seperti halnya pada pelatihan reguler debitur PNM Cabang Kendari pada hari ini. Sedikitnya 75 debitur UMKM yang berasal dari beberapa wilayah operasional UlaMM terlibat sebagai peserta. Saiful Azmi, pelaku dan konsultan bisnis mikro, didaulat sebagai pemateri.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut para pejabat dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Ketua DPRD Konawe Selatan dan Muspica Buke. Kegiatan PKU pada hari ini merupakan yang ke 171 dan menggenapi jumlah pelaku UMKM yang telah dibina PNM menjadi 7.841 pengusaha.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PNM, Parman Nataatmadja mengatakan bisnis pembiayaan mikro PNM tumbuh atraktif di Indonesia Timur. Kinerja posistif Perseroan di Wilayah Indonesia Timur, selaras dengan geliat ekonomi regional.

“Sejak Transformasi bisnis tahun 2008 hingga November 2013, total pembiayaan melalui program UlaMM mencapai Rp17,2 Triliun kepada 1,6 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” tambah dia.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero), sebuah Lembaga Keuangan Khusus yang sahamnya 100% milik Pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Sejak Juli 2013, PNM resmi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Lembaga Keuangan Khusus, Sektor Lembaga Jasa Keuangan Lainnya. PNM juga tunduk terhadap aturan pasar modal sebagai emiten Obligasi. PNM telah dua kali menerbitkan obligasi, Obligasi I PNM 2012 sebesar Rp500 miliar, dan Obligasi II PNM 2013 sebesar Rp1 triliun.

Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan [mohar]

Related posts