Lagi, Laju IHSG Terganjal Aksi Jual

Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih sulit bangkit dengan masih banyaknya aksi jual yang terjadi. Padahal laju bursa saham Asia menghijau dan maraknya berita bagus dari emiten terkait peningkatan capex 2014.

Selain itu, tidak adanya imbas positif dari BI rate yang dibarengi dengan penguatan dolar seiring dengan aksi beli dolar dan semakin dekatnya sentimen spekulasi tappering off The Fed membuat laju rupiah pun kian terperosok dan IHSG pun masih tersungkur di zona merah. Sepanjang perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG menyentuh level 4214,59 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4163,86 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4174,83. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menyebutkan, DPR AS telah menyetujui paket anggaran bipartisan sehingga akan menghindarkan AS dari potensi shutdown dan menciptakan stabilitas fiskal AS untuk dua tahun mendatang,”Gambaran membaiknya ekonomi AS tersebut tentunya makin membenamkan rupiah”, katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan, laju bursa saham Asia lainnya dapat dikatakan sudah mulai rebound meskipun masih terbatas dan belum sepenuhnya mengkonfirmasi kenaikan lanjutan. Kenaikan tersebut masih sebatas aksi beli yang dilakukan pelaku pasar dengan memanfaatkan rendahnya harga-harga saham. Namun demikian, pelaku pasar masih waspada jelang rapat FOMC pekan depan.

Pada perdagangan Senin (16/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4150-4165 dan resistance 4198-4215. Berpola menyerupai three black crows dekati lower bollinger bands (LBB). MACD menurun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih downreversal.

Laju IHSG semakin menunjukkan pelemahannya dengan berakhir di bawah kisaran target support (4186-4196) seiring maraknya aksi jual. Belum adanya tanda-tanda kebangkitan membuat IHSG terperangkap dalam zona negatif terkecuali terjadi perubahan arah mata angin untuk melakukan aksi beli. (nurul)

BERITA TERKAIT

Sentimen Positif Global - Laju IHSG Masih Bertahan di Zona Hijau

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/1) berhasil ditutup menguat 0,27% atau 17,73 poin di…

BUMN Karya Cari Pendanaan - Lagi, Komodo Bond dan Dinfra Diterbitkan

NERACA Jakarta – Positinya respon pasar dalam dan luar negeri dalam menyerap obligasi yang diterbitkan beberapa Badan Usaha Milik Negara…

Ditopang Aksi Beli Investor - IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (21/1) awal pekan kemarin, ditutup menguat. Berdasarkan data RTI,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Garap Proyek Berkonsep TOD - WIKA Realty Bidik Penjualan Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)…

Astra Beri Pinjaman Anak Usaha Rp 80,27 Miliar

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Astra International Tbk (ASII) memberikan pinjaman kepada PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, anak usaha…

XL Rencanakan Rilis Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan I XL Axiata tahap I…