Energi Mega Persada Siapkan Capex US$300 Juta

NERACA

Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$300 juta untuk menunjang bisnis pada 5 tahun mendatang. Direktur Utama PT Energi Mega Persada Tbk Imam Santoso menyabutkan, dana capex tersebut didapat dari kas internal perseroan yang akan difokuskan penyerapannya untuk Blok Bentu di Duri, Riau.

Dengan memfokuskan capex pada Blok ini, perseroan berharap produksi di sana dapat meningkat menjadi 200 juta kaki kubik perhari dari sebelumnya 30 juta kaki kubik.“Dalam tiga tahun pertama perseroan akan mengucurkan dana untuk pengembangan Blok Bentu dengan nilai US$200 juta”, ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan juga berencana menjual sahamnya di blok minyak Buzi di Mozambik, Afrika. Dia menyatkan, terdapat beberapa perusahaan minyak yang masuk untuk membeli saham perseroan. Namun, harga penjualan dan pihak mana yang berpotensi membeli blok minyak ini, belum dijelaskan secara detail karena masih dalam perencanaan.

Perseroan membeli Blok Buzi dengan nilai US$175 juta. Langkah itu telah diumumkan perseroan pada Oktober 2013. Direncanakan juga blok ini akan dioperasikan pada 2017. Dia menyatakan, perseroan biasa membeli Blok yang kapasitasnya belum penuh kemudian dijual jika harganya bagus.“Kami selalu membeli blok yang belum full capacity. Kemudian dijual jika harga bagus, tetapi kami tetap menjadi pemegang saham mayoritas”, ungkapnya.

Sebelumnya, perseroan telah mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi sebesar US$203 juta, difasilitasi oleh Bank of America Merril Lynch (BAML), Bank of India dan Intesa Sanpaolo SpA. Disebutkan bahwa fasilitas pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun dan suku bunga Libor + 6 % per tahun saat ini.“Fasilitas pinjaman baru ini akan digunakan oleh perseroan untuk melunasi sebagian besar pinjaman sebelumnya. Sehingga dengan adanya pelunasan pinjaman tersebut perseroan dapat menghemat beban biaya bunga secara signifikan”, jelasnya.

Dengan melunasi pinjaman sebelumnya melalui fasilitas pinjaman dari BAML, perseroan dapat menghemat beban bunga tahun depan hingga sebesar US$26 juta per tahun. Nilai penghematan tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan di masa mendatang.

Emiten yang bergerak di bidang hulu minyak dan gas ini menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 32,07% pada tahun 2014, atau menjadi sebesar 70 ribu barrel per hari. Sementara, di tahun ini perseroan mengincar dapat memproduksi sebanyak 53 ribu barrel.

Sampai bulan September 2013, perseroan berhasil mencapai angka produksi sebesar 50 barrel per hari (bpd). Jika dipersentasikan, produksi telah mencapai 94,33% dari target produksi sampai dengan akhir tahun ini yang sebesar 53 ribu bpd per hari.“Kami sangat optimis sekali, jika sampai dengan akhir tahun, target produksi pasti tercapai. Untuk produksi tahun depan, kami akan tetap mengandalkan 11 blok migas milik perseroan”, katanya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Targetkan Jangkau 100 Ribu UMKM - DIVA Siapkan Belanja Modal Rp150 Miliar

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar guna mendongkrak penjualan, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) akan menjangkau lebih banyak lagi pelaku…

Sambut Libur Lebaran, BTN Siapkan Dana Tunai Rp 14,58 Triliun

Melayani kebutuhan dana tunai bagi nasabah menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…